Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Jumat (24/4/2026), setelah sebelumnya terkoreksi cukup dalam.
Mengacu data IDX Mobile, IHSG pada Kamis (23/4/2026) ditutup melemah 2,16% atau 163 poin ke level 7.378. Sebanyak 531 saham terkoreksi, 201 saham menguat, dan 227 saham stagnan.
Total volume transaksi tercatat mencapai 52,01 miliar saham dengan nilai Rp20,42 triliun, sementara kapitalisasi pasar berada di level Rp13.180 triliun.
Dari saham perbankan berkapitalisasi besar, mayoritas mengalami pelemahan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,39% ke Rp6.425, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 2,47% ke Rp3.160, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 2,53% ke Rp4.630.
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) juga terkoreksi 2,01% ke Rp1.955. Di sisi lain, beberapa saham bank mencatat penguatan, seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 1,04% ke Rp3.870 dan PT Bank Permata Tbk. (BNLI) menguat 1,19% ke Rp3.390. Bahkan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) melonjak signifikan 11,43% ke Rp4.290.
Tim analis MNC Sekuritas menilai secara teknikal IHSG saat ini berada di fase akhir wave [iv] atau alternatifnya wave [a] dari wave B.
“Hal tersebut berarti IHSG masih rawan terkoreksi dengan area terdekat menguji 7.245–7.354 sekaligus menutup gap yang terbentuk,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support di level 7.351 dan 7.238, dengan resistance di kisaran 7.578 hingga 7.700.
Dalam kondisi pasar saat ini, investor disarankan untuk menerapkan strategi buy on weakness. MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, antara lain ADRO, INKP, dan WIFI.
Selain itu, saham OASA dinilai menarik untuk strategi speculative buy bagi investor dengan profil risiko lebih tinggi.

