Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (12/5/2026), terutama jika area support 6.850–6.960 gagal dipertahankan.
Dalam riset paginya, BRI Danareksa Sekuritas menyebut secara teknikal IHSG saat ini masih menguji area support penting di kisaran tersebut.
“Selama level tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka. Namun jika ditembus, risiko pelemahan lanjutan akan meningkat,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Pelaku pasar saat ini juga menanti sejumlah sentimen penting, mulai dari data penjualan ritel Indonesia, inflasi Amerika Serikat, hingga pengumuman rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026.
Pergerakan IHSG turut dipengaruhi penguatan bursa global. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,19%, sementara S&P 500 menguat 0,19% dan NASDAQ Composite bertambah 0,10%.
Di sisi lain, pasar juga masih mencermati rencana kenaikan tarif royalti pertambangan yang dijadwalkan mulai berlaku pada Juni 2026.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham pilihan, yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Panin Financial Tbk (PNLF), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Saham PANI direkomendasikan beli dengan target harga Rp8.850–Rp9.250. Sementara saham PNLF memiliki target harga Rp280–Rp286 dan saham RAJA diproyeksikan bergerak menuju Rp4.400–Rp4.670.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (11/5/2026), IHSG ditutup melemah 63,78 poin atau 0,92% ke level 6.905.
Investor asing tercatat masih melanjutkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp751,15 miliar. Tekanan jual terbesar terjadi pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp334,71 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp135,36 miliar, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp115,86 miliar.
Pelemahan indeks dipicu penurunan saham-saham kapitalisasi besar serta mayoritas sektor, terutama energi, industri, keuangan, properti, consumer primer, dan transportasi.
Sebaliknya, sektor infrastruktur menjadi sektor dengan penguatan tertinggi setelah melesat 1,52%.
Di tengah tekanan IHSG, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan hingga menyentuh auto reject atas (ARA). Saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) naik 34,67%, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) menguat 34,62% ke level Rp140, dan PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) melesat 34,16% menjadi Rp216.
Selain itu, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) juga menyentuh ARA setelah naik 20% ke level Rp9.000.

