Jakarta (tutur.co.id)- Kemacetan di Jakarta kerap terjadi di kala jam-jam tertentu atau kondisi tidak biasa. Kemarin (12/1) Jakarta diguyur hujan sepanjang hari sebabkan kemacetan yang menguras energi. Tak hanya fisik tapi juga mental.
Mengapa kemacetan jalan raya dapat memengaruhi psikis seseorang? Kemacetan menguras energi akan menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi pengendara kendaraan yang terjebak macet. Ini beberapa hal yang Anda perlu tahu di balik mengemudi dan kemacetan.
Stimulus untuk Stres
Dikutip dari laman American Psychology Association, mengemudi pada dasarnya menimbulkan stres bagi pengemudinya. Lingkungan lalu lintas yang penuh adalah situasi yang menjadi pemicu. Sadar tak sadar padatnya antrian kendaraan, berbagai macam jenis kendaraan, reaksi berbagai macam pengemudi, semuanya adalah stres bagi Anda saat mengemudi.
Cemas Berlebih
Mengemudi saat kondisi hujan dan menimbulkan kemacetan, akan menimbulkan perasaan cemas. Anda akan merasa diburu waktu. Tidak dapat tepat waktu untuk sampai tujuan karena terjebak macet. Untuk kondisi kota Jakarta, hujan dengan intensitas tinggi rawan banjir. Kondisi inilah yang juga akan membuat perasaan Anda pasti semakin tak menentu, khawatir akan banjir yang membuat terjebak.
Kelelahan Fisik
Mengemudi dalam antrian kemacetan tak menentu karena tumpukan dan halangan yang tidak pernah Anda ketahui jelas memengaruhi fisik Anda. Mata beradu dengan wiper melawan pandangan yang dikaburkan tetesan hujan. Kaki dan tangan akan terasa kaku karena harus menahan posisi yang stand by dalam waktu lama. Bahu atau pundak dalam kondisi tegang juga akan menyebabkan lelah pada otot.
Lalu apa yang sebaiknya dilakukan saat terjebak mengemudi di kemacetan di tengah hujan?
Cairkan Suasana
Coba Anda putar lagu-lagu kesukaan Anda di playlist. Mendengarkan lagu dapat membuat suasana lebih cair, rileks. Ikut bernyanyi juga dapat melepaskan amarah Anda.
Sadari Kondisi di Luar Kendali
Renungkan bahwa kondisi yang tengah Anda hadapi adalah sebuah situasi yang di luar kendali Anda. Sesuatu yang tidak bisa Anda kontrol. Tidak perlu bersikukuh untuk mengubah keadaan, hadapi dan nikmati. Karena Anda tidak bisa melakukan apapun.
Beri Jeda
Bila Anda teramat sangat lelah, cobalah mencari celah untuk menepi. Lupakan target Anda hari itu. Berdamailah untuk memberi waktu ruang di pinggir, atau carilah kedai kopi di dekat kemacetan Anda. Lebih baik energi Anda tidak habis di jalan.

