Balikpapan (tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) yang tetap meminta tantiem meski perusahaan yang dipimpin masih merugi. Pernyataan tegas itu disampaikan saat peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur.
Prabowo menilai sikap tersebut tidak etis dan mencederai rasa keadilan publik. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan PT Pertamina (Persero) yang tetap mencatat keuntungan besar serta memiliki aset melimpah, namun tidak bersikap berlebihan dalam urusan tantiem.
Pernyataan ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam membenahi tata kelola BUMN serta menegaskan pentingnya tanggung jawab moral para pimpinan perusahaan negara.
