Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan Rabu (22/4/2026), setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah 34,73 poin atau 0,46% ke level 7.559,3.
Sentimen global masih cenderung beragam. Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah akan berlangsung lebih lama, terutama setelah Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran.
Di sisi lain, indeks saham di Wall Street kompak ditutup melemah pada Selasa (21/4/2026). Tekanan datang dari kekhawatiran investor bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran belum akan tercapai dalam waktu dekat.
Meski demikian, sejumlah analis menilai IHSG masih berpeluang menguat secara teknikal, didukung oleh peluang rebound dan aksi beli selektif investor.
Mandiri Sekuritas merekomendasikan tiga saham pilihan untuk trading hari ini, yaitu:
INDY (Buy)
Target: 3.850 | Stop loss: 3.700
GOTO (Buy)
Target: 59 | Stop loss: 54
DEWA (Buy)
Target: 575 | Stop loss: 550
Sementara itu, BNI Sekuritas memberikan enam rekomendasi saham dengan strategi speculative buy:
BUMI: target 246–250
CUAN: target 1.560–1.600
BUVA: target 1.330–1.350
VKTR: target 1.005–1.030
MBMA: target 740–765
BRMS: target 920–950
Adapun MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham dengan pendekatan buy on weakness dan speculative buy:
BRPT (Buy on Weakness)
Target: 2.610–2.770
CDIA (Buy on Weakness)
Target: 1.400–1.510
PTRO (Buy on Weakness)
Target: 6.950–7.600
RATU (Spec Buy)
Target: 7.450–7.775
“Dengan melihat situasi dan sentimen yang ada, para analis merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk trading hari ini dan target harganya,” tulis riset pasar.
Selain faktor teknikal, pergerakan IHSG juga akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global serta dinamika harga komoditas, khususnya energi.

