Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas dengan Iran, Damai atau Tekanan Baru?

Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas dengan Iran, Damai atau Tekanan Baru?

Internasional Adi P22 April 2026 / 08:05 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (membelakangi kamera) menggelar pertemuan bilateral pada 29 Desember 2025 di resor Mar-a-Lago, Florida AS. (Foto:Tutur/Whitehouse.gov)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington (tutur.co.id) — Keputusan itu datang di ambang waktu, ketika jarum jam hampir menutup ruang kompromi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memilih menahan pelatuk—memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, hanya beberapa jam sebelum kesepakatan gencatan senjata berakhir Rabu 22 April 2026.

Langkah itu, dalam lanskap konflik yang keras, terasa ganjil. Bukan karena ia memilih jeda, melainkan karena ia tetap mempertahankan tekanan di saat yang sama.

“Saya telah menyetujui permintaan Pakistan ‘untuk menahan serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun sebuah proposal yang terpadu,’” kata Trump, Selasa (21/4/2026), sebagaimana dilansir Reuters.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan peran Pakistan sebagai penyangga diplomasi di tengah konflik yang semakin kompleks. Islamabad, yang sejak awal berupaya menjembatani Washington dan Teheran, kini menjadi alasan formal di balik keputusan yang mengubah arah situasi—setidaknya untuk sementara.

Trump menambahkan, perpanjangan ini tidak memiliki tenggat pasti. Gencatan akan berlangsung sampai Iran menyerahkan proposal resmi dan pembicaraan “selesai, dengan satu atau lain cara.” Kalimat terakhir itu menyimpan ambiguitas: membuka ruang damai, sekaligus menyisakan ancaman.

Di Islamabad, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyambut keputusan itu dengan nada optimistis. Ia berharap kedua pihak memanfaatkan jeda ini untuk mencapai kesepakatan permanen.

“Saya sangat berharap kedua belah pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan dapat menyimpulkan ‘Kesepakatan Perdamaian’ yang komprehensif selama putaran kedua pembicaraan yang dijadwalkan di Islamabad untuk mengakhiri konflik secara permanen,” kata Sharif dalam unggahannya di  platform X.

Namun, seperti banyak episode dalam geopolitik Timur Tengah, jeda tidak selalu identik dengan de-eskalasi. Di balik perpanjangan gencatan senjata, Amerika Serikat tetap melanjutkan blokade laut terhadap Iran—langkah yang oleh Teheran dianggap sebagai tindakan perang.

Baca Juga  Purbaya Beberkan Indikator Perekonomian Indonesia Masih Baik-baik Saja

Di titik ini, keputusan Trump tampak seperti strategi dua lapis: meredakan tekanan militer langsung, sambil mempertahankan tekanan ekonomi dan logistik. Damai ditawarkan, tetapi dengan syarat yang berat.

Perubahan sikap ini juga kontras dengan pernyataan Trump sebelumnya. Hanya beberapa jam sebelum keputusan diambil, ia menyebut tidak cenderung memperpanjang gencatan senjata dan menegaskan militer AS “siap tempur sepenuhnya.” Pergeseran itu menunjukkan bahwa kalkulasi politik bisa berubah secepat situasi di lapangan.

Konflik ini sendiri telah memasuki fase yang lebih dalam sejak operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan balasan dari Teheran, korban jiwa yang terus bertambah, dan gangguan terhadap jalur energi global menjadikan krisis ini bukan lagi konflik regional semata.

Meskipun Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata,  Trump tetap kekeuh, bahwa blokade selat Hormuz oleh Angkatan Laut AS  tetap akan dilanjutkan. Blokade yang dianggap Iran sebagai kegiatan perang dan karenanya menyulitkan mereka untuk datang berunding ke Pakistan.

Gencatan Senjata AS-Iran headline iran Perang AS Israel-Iran Trump
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Berpeluang Rebound di 7.700, RATU dan 2 Saham Ini Jadi Pilihan
Next Article Habis Gelap Terbitlah UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga: 22 Tahun Menunggu, Negara Akhirnya Hadir

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Konsolidatif, Phintraco: Pilih 5 Saham ini

Gusti Tetiro14 Januari 2026 / 06:45 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.