Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah pada perdagangan Selasa (21/4/2026), seiring meningkatnya ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Berdasarkan riset CGS International Sekuritas Indonesia, pelemahan indeks di bursa Wall Street menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan pasar domestik.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.590-7.535 dan resist 7.705-7.760,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Selasa (21/4/2026).
Pada perdagangan awal pekan, indeks-indeks utama di Wall Street ditutup melemah tipis. Kondisi ini dipengaruhi oleh masih tingginya ketidakpastian terkait perundingan damai antara AS dan Iran.
Ketegangan kedua negara kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tindakan militer terhadap kapal kargo Iran di Teluk Oman. Selain itu, Trump juga melontarkan ancaman keras jika Iran tidak menyepakati perjanjian damai dalam waktu dekat.
Langkah tersebut diambil setelah Iran menolak untuk melanjutkan perundingan tahap kedua yang rencananya digelar di Pakistan pekan ini.
“Meningkatnya ketegangan geopolitik ini membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati,” tulis riset tersebut.
Meski demikian, kenaikan harga sejumlah komoditas dinilai dapat menjadi sentimen penahan bagi pelemahan IHSG. Namun secara keseluruhan, tekanan eksternal masih mendominasi arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.
Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati oleh investor, yakni TAPG, DSNG, BRMS, PSAB, HRTA, dan ENRG.

