Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Kilang Balikpapan Resmi Beroperasi, Bahlil Sebut Devisa RI Bisa Hemat Rp60 Triliun

Kilang Balikpapan Resmi Beroperasi, Bahlil Sebut Devisa RI Bisa Hemat Rp60 Triliun

Makro Alpin Pulungan13 Januari 2026 / 07:47 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Bahlil menyebut Kilang Balikpapan beroperasi penuh dan mampu menghemat devisa hingga Rp60 triliun per tahun lewat penurunan impor BBM. Foto: IG @bahlillahadalia
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Balikpapan kembali jadi panggung kabar besar sektor energi. Di kota yang sejak lama identik dengan minyak ini, proyek modernisasi kilang yang selama bertahun-tahun ditunggu akhirnya resmi beroperasi. Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan bukan proyek kecil. Investasinya mencapai USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun, angka yang membuat proyek ini langsung masuk jajaran infrastruktur energi paling ambisius yang pernah dibangun Indonesia.

Bagi pemerintah, kilang ini bukan sekadar tambahan fasilitas industri. Ia diposisikan sebagai pintu keluar dari ketergantungan lama pada impor bahan bakar minyak. Mesin-mesin raksasa, pipa-pipa baja, dan tangki penyimpanan di Balikpapan kini dibebani harapan besar agar devisa negara tak lagi bocor setiap tahun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia tak menyembunyikan kebanggaannya saat berdiri di hadapan kilang yang telah dimodernisasi itu. Menurutnya, RDMP Balikpapan lebih dari sekadar proyek fisik. Kilang ini disebut sebagai alat penting untuk menyelamatkan keuangan negara dari beban impor energi.

“Jadi dengan RDMP ini, kita bisa hemat devisa hingga Rp 60 triliun lebih per tahunnya,” ujar Bahlil di Balikpapan, Senin (12/1/2025), dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM yang diterima tutur.co.id.

Angka penghematan itu bukan klaim kosong. Data PT Pertamina Persero menunjukkan modernisasi Kilang Balikpapan berpotensi menekan impor energi hingga Rp68 triliun per tahun. Penurunan terbesar datang dari impor bensin yang dipangkas sekitar Rp44,6 triliun. Disusul solar sebesar Rp14,9 triliun, avtur Rp5,4 triliun, serta LPG senilai Rp2,9 triliun.

Menurut Bahlil, semua itu terjadi karena lonjakan kapasitas produksi pascamodernisasi. Kilang yang sebelumnya hanya mampu mengolah minyak mentah 260 ribu barel per hari kini bisa memproses hingga 360 ribu barel per hari. Tambahan kapasitas sebesar 100 ribu barel per hari ini dinilai krusial untuk menekan ketergantungan Indonesia pada pasokan BBM dari luar negeri.

Baca Juga  Bulog Siap Beras Satu Harga Nasional, Tapi Ada Syaratnya

Tak berhenti pada urusan volume, kualitas produk juga ikut berubah. Kilang Balikpapan kini mampu menghasilkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Standar produksinya disebut sudah setara Euro 5, sebuah lompatan penting dalam upaya transisi energi dan pengurangan emisi.

“Yang sekarang produknya sudah setara standar Euro 5 dan ini menuju kepada net zero emission,” katanya.

Dengan kapasitas baru tersebut, Kilang Balikpapan ditargetkan memproduksi bensin hingga 5,8 juta kiloliter per tahun. Untuk solar, produksinya mencapai 1,8 juta kiloliter per tahun. Tambahan pasokan ini diharapkan bisa memangkas impor bensin hingga tersisa sekitar 19 juta kiloliter.

Yang paling ambisius datang dari sektor solar. Pemerintah menargetkan penghentian total impor solar mulai tahun ini. Hitungan Bahlil sederhana. Kebutuhan solar nasional berada di kisaran 38 juta kiloliter. Dengan tambahan produksi dari Balikpapan, pasokan domestik dinilai bukan hanya cukup, tapi berlebih.

“Atas perintah Bapak Presiden, untuk solar insyaallah kita tidak ada lagi impor ke depannya. Karena kebutuhan solar kita 38 juta kiloliter, dan dengan tambahan produksi dari sini, kita bahkan bisa surplus sekitar 1,4 juta kiloliter,” seru Bahlil.

Pengoperasian penuh Kilang Terintegrasi Balikpapan pun diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam perjalanan kedaulatan energi Indonesia. Di atas kertas, proyek ini bukan hanya mengurangi impor BBM, tetapi juga memperkuat ketahanan fiskal negara dengan menahan devisa agar tak terus mengalir ke luar negeri. Kini, tantangannya tinggal satu. Membuktikan semua hitungan itu benar-benar bekerja di lapangan.

Bahlil Lahadalia devisa negara energi nasional impor BBM Kilang Balikpapan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBahlil Bicara Blak-blakan, Impor Solar Mau Disudahi
Next Article Baru 6 Bulan Jalan, Siswa Sekolah Rakyat Sudah Juara Olimpiade, Prabowo: Saya Terharu

Berita Lainnya

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

Groundbreaking Proyek Gas Abadi Masela Dimulai, Investasi Rp390 Triliun Diproyeksi Hasilkan Penerimaan Negara Rp682,5 Triliun

16 Juli 2026 / 15:19 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan DEN di Hambalang, Apa yang Dibicarakan?

14 Juli 2026 / 22:01 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan Tarif Pajak Tidak Naik, Ini Strategi Barunya

14 Juli 2026 / 12:36 WIB

Imbas Manis Coretax: Setoran Pajak Melejit, Kepatuhan SPT Tinggi

13 Juli 2026 / 13:32 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Berpeluang Tembus 6.000, BRI Danareksa Pilih 3 Saham yang Layak Diborong Hari Ini

Gusti Tetiro07 Juli 2026 / 07:30 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.