Jakarta (tutur.co.id) — Banjarbaru mendadak jadi panggung cerita yang bikin Presiden RI Prabowo Subianto berhenti sejenak dari pidato formalnya. Program Sekolah Rakyat yang baru berjalan setengah tahun ternyata sudah menorehkan prestasi yang jauh melampaui bayangan awal pemerintah.
Di hadapan ratusan siswa dan tamu undangan saat peresmian 166 Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1), Prabowo tak menutupi rasa kagum. Dalam waktu yang masih bisa dihitung jari, para siswa sudah mampu menembus ajang prestisius dan membawa pulang gelar juara.
“Saya kagum masa baru enam bulan tadi saya lihat, sudah ada yang juara olimpiade, juara olimpiade matematika, luar biasa,” ujar Prabowo, seperti dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.
Bagi Prabowo, capaian ini bukan sekadar soal piala atau medali. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu menyimpan potensi besar, asalkan diberi ruang, akses, dan pendidikan yang layak.
Tak hanya soal akademik, Prabowo juga dibuat terkesan dengan kemampuan para siswa dalam berkomunikasi. Di hadapannya, sejumlah siswa tampil percaya diri berpidato menggunakan berbagai bahasa asing. Pemandangan itu, kata Prabowo, membuat hatinya tersentuh.
“Saya sangat terkesima, saya sangat terharu bahkan. Mudah-mudahan kamera tidak menuju ke saya, sulit menahan air mata juga tadi,” ungkapnya.
Ia menilai kemampuan tersebut terasa istimewa jika melihat latar belakang para siswa yang berasal dari keluarga sederhana. Bahkan Prabowo membuka peluang lebih jauh, agar siswa-siswa berprestasi dari Sekolah Rakyat bisa dikirim ke luar negeri untuk mengembangkan kapasitas mereka.
“Karena saya besar di luar negeri, kalau bagus bahasa inggrisnya ya wajar, saya pernah tinggal di daerah-daerah itu. Tapi anak ini, saya kagum juga sama dia,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada banyak pihak yang terlibat dalam keberhasilan Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak mungkin berjalan sendiri tanpa dukungan lintas sektor, dari pemerintah daerah hingga aparat keamanan.
“Program-program kita berhasil karena dukungan semua, dukungan bupati, dukungan wali kota, dukungan gubernur, dukungan pimpinan polisi, dukungan tentara, semua kementerian/lembaga,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, Sekolah Rakyat lahir dari keputusan yang tidak biasa. Pemerintah, kata dia, memilih mengambil langkah berani demi membuka masa depan bagi anak-anak yang selama ini tumbuh dengan keterbatasan dan minim harapan.
“Kita tergerak dan teringat, bayangkan kalau waktu itu saya dan menteri-menteri tidak ambil sikap yang berani. Mari kita berbuat yang mungkin tidak lazim, kita bikin sekolah yang terbaik, sekolah berasrama untuk mereka-mereka yang mungkin tidak punya harapan, mereka dari keluarga yang kondisinya tertinggal,” paparnya.
Di hadapan para siswa, Prabowo juga menyampaikan pesan yang bersifat personal. Ia meminta mereka untuk tidak merasa rendah diri karena latar belakang keluarga, dan justru menjadikan kondisi itu sebagai sumber kekuatan.
“Jangan pernah kecil hati, hormati orang tuamu. Kalau perlu kau pulang, kau sungkem dan cuci kaki orang tuamu,” pesannya.
Nada suara Prabowo mengeras saat menyinggung soal moral dan kejujuran. Ia menegaskan bahwa kerja keras rakyat kecil jauh lebih mulia dibandingkan kecerdasan yang digunakan untuk mengkhianati negara.
“Jangan pernah kau malu, mereka lebih mulia dari orang-orang pinter tapi koruptor-koruptor yang berkhianat kepada negara dan bangsa. Saya lebih hormat sama pemulung, saya lebih hormat dengan tukang becak yang kerja dengan keringat, daripada ke mereka yang pintar-pintar tapi mencuri uang rakyat,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa perjuangan pemerintah belum selesai. Negara, kata dia, memang belum mampu memberi yang terbaik bagi seluruh rakyat, tetapi komitmen untuk memperjuangkan keadilan sosial tidak akan berhenti.
“Memang, negara kita belum mampu memberi yang terbaik untuk semua rakyat, tapi kita akan berjuang keras supaya semua kekayaan negara akan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

