Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi jangka pendek pada perdagangan Jumat (17/4/2026), di tengah tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda.
Berdasarkan riset MNC Sekuritas, IHSG pada penutupan Kamis (16/4/2026) terkoreksi tipis 0,03% ke level 7.621, dengan pergerakan intraday di kisaran 7.575 hingga 7.705.
Secara teknikal, IHSG dinilai berada pada bagian dari wave [iv] atau alternatifnya wave B, yang membuka peluang penguatan terbatas ke area 7.786–7.843. Namun, ruang kenaikan tersebut masih bersifat uji resistance sehingga belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.
“Peluang penguatan masih terbatas dan cenderung menguji resistance,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Di sisi lain, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan. Area support terdekat diperkirakan berada pada kisaran 7.453 hingga 7.575, dengan level krusial berikutnya di 7.488 dan 7.351.
Dalam kondisi pasar yang cenderung fluktuatif, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati dengan strategi buy on weakness.
Saham BBKP berpotensi mengalami koreksi jangka pendek setelah berada di akhir fase penguatan, sehingga menarik untuk akumulasi di kisaran Rp63–65.
Sementara itu, BRMS dinilai masih berada dalam fase koreksi, dengan peluang beli di rentang Rp815–835.
Adapun CPIN menunjukkan sinyal penguatan lanjutan pada fase awal tren naik berikutnya, dengan area beli di kisaran Rp4.400–4.440.
Selain itu, PSAB juga masih berada dalam tren naik, dengan rekomendasi akumulasi di kisaran Rp545–565.
Dengan struktur pergerakan yang masih konsolidatif, investor disarankan tetap selektif dan disiplin dalam menentukan titik masuk, sambil memanfaatkan koreksi jangka pendek sebagai peluang akumulasi.

