Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih dibayangi aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan Jumat (17/4/2026), setelah sebelumnya bergerak terbatas dan cenderung melemah.
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang resistance 7.700, pivot 7.600, serta support di level 7.550.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis 0,03% ke level 7.621,38. Sentimen positif dari harapan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran serta penurunan harga minyak mentah masih menjadi penopang pasar.
“Namun secara teknikal, kondisi IHSG yang masih berada di area overbought mendorong terjadinya profit taking. Sehingga diperkirakan IHSG hari ini masih akan bergerak sideways pada kisaran 7.550–7.700,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Dari sisi makro, nilai tukar rupiah ditutup menguat terbatas sebesar 0,02% ke level Rp17.136 per dolar AS, seiring pergerakan mata uang kawasan yang cenderung menguat.
Di tengah ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik, Phintraco Sekuritas menilai instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik bagi investor karena menawarkan imbal hasil relatif tinggi.
Depresiasi rupiah mendorong Bank Indonesia untuk melakukan intervensi melalui berbagai instrumen, termasuk SRBI yang digunakan untuk menyerap likuiditas rupiah dan menjaga stabilitas nilai tukar. Bahkan, frekuensi lelang SRBI ditingkatkan dari satu kali menjadi dua kali dalam sepekan sejak Februari 2026.
Di sisi global, Dana Moneter Internasional memperkirakan potensi kekurangan pasokan minyak mentah pada 2026, meskipun konflik antara Amerika Serikat dan Iran mereda dalam waktu dekat.
IMF juga mengingatkan pemerintah di berbagai negara untuk berhati-hati dalam mengelola subsidi energi.
“Hal ini karena sebelum terjadi perang, keuangan publik telah tertekan,” tulis Phintraco Sekuritas mengutip pandangan IMF.
Selain itu, International Energy Agency memperkirakan pasokan minyak global tahun ini turun menjadi sekitar 10,1 juta barel per hari, meski di sisi lain permintaan juga berpotensi mengalami penurunan tajam.
Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai berpotensi memberikan peluang cuan, yaitu ICBP, INTP, MYOR, EMTK, serta NCKL.
Dengan kondisi IHSG yang masih berada di area jenuh beli dan rentan koreksi, investor disarankan untuk tetap selektif serta memanfaatkan momentum trading jangka pendek di tengah pergerakan pasar yang cenderung sideways.

