Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diproyeksikan bergerak terbatas pada kisaran 7.500–7.700 pada perdagangan Jumat (17/4/2026), di tengah tekanan eksternal dan berlanjutnya arus keluar dana asing.
Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, pergerakan indeks masih dibayangi capital outflow, khususnya dari saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Selain itu, ketidakpastian geopolitik akibat konflik Timur Tengah yang belum mereda membuat sentimen pasar cenderung risk off.
“Pergerakan indeks masih diwarnai capital outflow dan sentimen konflik Timur Tengah, sehingga pasar masih dalam kondisi risk off,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran menunda pertemuan negosiasi lanjutan, yang diperkirakan baru akan ditentukan pada pekan depan. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar global.
Di sisi lain, pergerakan bursa saham Amerika Serikat memberikan sentimen positif. Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,24%, diikuti S&P 500 yang naik 0,26% serta Nasdaq yang menguat 0,36%.
Di tengah dinamika tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk strategi beli, yakni EMTK dengan target harga Rp995–1.023, INCO di kisaran Rp7.000–7.775, serta KAQI dengan target Rp128–131.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis 0,03% atau turun 2,21 poin ke level 7.621. Tekanan ini seiring aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp982,31 miliar.
Aksi jual terbesar terjadi pada saham perbankan, di antaranya BBCA sebesar Rp369 miliar, BBRI Rp302,50 miliar, dan BMRI Rp160,01 miliar.
Secara sektoral, pelemahan IHSG dipicu oleh penurunan pada sektor material dasar, energi, konsumer primer, properti, dan infrastruktur. Sementara itu, sektor transportasi dan kesehatan mencatatkan penguatan, diikuti sektor keuangan yang naik tipis.
Meski indeks terkoreksi terbatas, sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan signifikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham DEFI naik 34,44%, diikuti KRYA yang melonjak 34,33%, serta LABA yang menguat 34,19%.
Euforia juga terjadi pada saham lain seperti WBSA yang naik 25%, BFIN 24,83%, SMDM 24,79%, BIKE 24,55%, SOTS 24,62%, serta MLPT yang naik 19,96%.
Dengan kombinasi tekanan global dan aksi jual asing yang masih berlangsung, IHSG diperkirakan bergerak terbatas. Investor disarankan tetap selektif serta memanfaatkan peluang trading jangka pendek di tengah kondisi pasar yang cenderung sideways.

