Jakarta (tutur.co.id) – Pertandingan Persib Bandung kontra Persija Jakarta yang berakhir untuk kemenangan tuan rumah ternyata masih menyisakan cerita. Persija Jakarta meradang karena salah satu pemain asingnya mendapatkan serangan rasisme.
Pemain asing Persija, Allano Lima mendapat serangan rasisme melalui kolom komentar akun Instagram pribadinya sesaat setelah pertandingan selesai. Manajemen Persija tak tinggal diam. Mereka mengecam keras tindakan tak bermoral tersebut
“Persija berdiri sepenuhnya bersama Allano Lima. Klub memberi dukungan penuh secara moral dan psikologis kepada pemain kami, serta memastikan ia tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini,” kata manajer Persija Ardhi Tjahjoko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (12/1/2026)..
Persija menilai rasisme merupakan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya tidak memiliki tempat dalam sepak bola. Terlebih di Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan. Persija menyebut rasisme merupakan kekerasan verbal yang melukai martabat seseorang.
Dalam kesempatan itu, Persija mendesak seluruh pihak terkait, termasuk operator liga, federasi, suporter, dan para pemangku kepentingan sepak bola untuk bersikap tegas, dan serius. Dengan demikian segala bentuk rasisme, baik di stadion maupun di ruang digital bisa dihilangkan.
Persija meyakini sepak bola mestinya menjadi arena persaingan sportif dalam atmosfer yang aman dan saling menghargai. Ketika rasisme dibiarkan, yang rusak bukan hanya individu, tetapi juga wajah sepak bola nasional.
Klub kebanggaan warga Ibu Kota ini juga mengecam tindakan tidak suportif lainnya, seperti ujaran kebencian hingga ancaman yang ditujukan kepada elemen sepak bola. Tindakan tersebut mencederai marwah sepak bola, olahraga, bahkan sisi kemanusiaan.

