Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Daerah»Dishub Bicara Soal Jalanan Kota Bogor yang Tak Lagi Ramah

Dishub Bicara Soal Jalanan Kota Bogor yang Tak Lagi Ramah

Daerah Ridzka Putri Ananda13 April 2026 / 14:07 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Suasana lalu lintas di Kota Bogor yang di padati kendaraan, mencerminkan kondisi "meriah". (Foto: Tutur/Dinas Perhubungan Kota Bogor)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bogor (tutur.co.id) – Kepadatan lalu lintas kembali terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Bogor, terutama pada akhir pekan dan masa libur panjang, mulai dikeluhkan pengguna jalan. Lonjakan kendaraan yang datang dari luar daerah menjadi salah satu penyebab utama kondisi tersebut.

Situasi ini kerap terjadi seiring meningkatnya mobilitas wisatawan menuju kawasan Puncak. Dampaknya, arus kendaraan di dalam kota ikut terdampak dan mengalami perlambatan. Kondisi ini dinilai penting untuk diperhatikan karena berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.

“Sangat mengganggu sih, jadi yang tadinya bisa ke mana-mana cepat, sekarang jadi terhambat. Apalagi kalau jam sibuk, angkot juga ngetem sembarangan,” ujar salah satu warga Bogor, Chris.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Haji Dody Wahyudin, menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas di Bogor umumnya terjadi pada momen tertentu.

“Padat dalam arti ini bukan berarti tidak bergerak sama sekali tetapi antrian dan perlambatan kendaraan mereka masih gerak tetapi dalam arti bergerak lambat” ujar Dody Wahyudin.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi setiap hari. Secara umum, penataan lalu lintas di Kota Bogor sudah berjalan dan terus diatur oleh pihak terkait.

Menurut Dishub, tingginya volume kendaraan dari luar kota menjadi faktor dominan dalam kepadatan lalu lintas. Kota Bogor sebagai destinasi wisata membuat arus kendaraan meningkat signifikan, terutama saat long weekend. Wisatawan yang menuju kawasan Puncak kerap melintasi pusat kota, sehingga menambah beban lalu lintas.

Hal ini menyebabkan rasio kendaraan terhadap kapasitas jalan meningkat.
Di sisi lain, masyarakat berharap adanya solusi konkret untuk mengatasi kondisi tersebut. Warga menilai perlu adanya penataan transportasi yang lebih terarah dan berkelanjutan agar kepadatan tidak terus berulang.

Baca Juga  Dari Puing ke Hunian Tetap, Merawat Masa Depan Penyintas Sumatra Barat

Beberapa di antaranya mengusulkan sistem transportasi yang lebih terintegrasi seperti di kota besar lainnya, misalnya penerapan sistem serupa Jaklingko atau Transjakarta.

Selain itu, penegakan aturan terhadap pelanggaran di jalan, seperti angkot yang ngetem sembarangan, dinilai harus dilakukan secara lebih tegas dan konsisten.

Bogor dinas perhubungan Kemacetan kota bogor
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Negosiasi AS-Iran Gagal, Pejabat Iran Sebut Amerika Tidak Bisa Dipercaya
Next Article Video: Lawatan ke Rusia, Prabowo Bawa Agenda Ketahanan Energi

Berita Lainnya

Jalan Kapten Tendean Kembali Normal Usai JPO Dibongkar

15 Juli 2026 / 09:39 WIB

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

15 Juli 2026 / 02:08 WIB

Update Kasus Dokter Icha, Sikap 3 Partai hingga Pemeriksaan 32 Saksi di Polda NTT

14 Juli 2026 / 11:57 WIB

Usut Kepemilikan Rumah Febrie Adriansyah, Polda Metro Bakal Periksa PT Sentul City

11 Juli 2026 / 11:18 WIB

Misi Mencekam di Langit Papua: Tiga Helikopter Tempur Evakuasi Jasad Pilot AS yang Tewas Ditembak KKB

03 Juli 2026 / 10:23 WIB

KKB Bakar Pesawat di Yahokimo, Pilot Dikabarkan Tewas di Lokasi

02 Juli 2026 / 17:06 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Sidang Praperadilan Lodewyk Pusung Ditunda, Termohon Tidak Hadir

Ahmad Nuryaman13 Juli 2026 / 10:52 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.