Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Daerah»Dari Puing ke Hunian Tetap, Merawat Masa Depan Penyintas Sumatra Barat

Dari Puing ke Hunian Tetap, Merawat Masa Depan Penyintas Sumatra Barat

Daerah Adi P08 Januari 2026 / 23:26 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sekretaris Utama BNPB Rustian didampingi Bupati Solok meninjau area huntap yang akan dipersiapkan untuk fase rehabilitasi dan rekonstruksi yang berada di wilayah Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok pada Rabu (7/1). (Foto: Pusdatin BNPB)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Solok (tutur.co.id) – Di tanah Padang yang basah, peta pemulihan Sumatra Barat kembali dibentangkan. Bukan di ruang rapat berpendingin, melainkan di tapak-tapak tanah pascabencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) datang dengan satu agenda: memastikan rumah—kata yang lebih bermakna dari sekadar bangunan—benar-benar kembali layak dihuni.

Evaluasi pembangunan hunian bagi penyintas menjadi pintu masuk fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Di Kabupaten Lima Puluh Kota, hunian sementara (huntara) ditakar satu per satu: dinding, atap, air, dan ruang hidup yang menampung harap. Sementara itu, mata diarahkan ke lokasi-lokasi yang disiapkan sebagai hunian tetap (huntap), penanda niat untuk berpindah dari darurat menuju masa depan yang lebih pasti.

Sekretaris Utama BNPB Rustian memimpin peninjauan di Kabupaten Solok, Rabu, 7 Januari 2026. Di sana, calon tapak huntap di Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, diperiksa bukan hanya dengan ukuran teknis, tetapi juga dengan pertanyaan mendasar: amankah, layakkah, dan sanggupkah tempat ini menjadi rumah yang bertahan?

Evaluasi mencakup progres fisik, kualitas bangunan, hingga ketersediaan sarana-prasarana penunjang. Prinsip keamanan menjadi penentu—tanah, akses, dan jarak dari risiko.

“Selain itu, evaluasi juga menyoroti koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan pembangunan huntara,” ujar Rustian, sebagaimana pers rilis yang diferima redaksi tutur.co.id.

Hasilnya menunjukkan pembangunan huntara di Lima Puluh Kota dan Tanah Datar berjalan baik, meski ada beberapa catatan. Fasilitas pendukung perlu disempurnakan, desain harus lebih akrab dengan kebutuhan keluarga penyintas, dan beberapa titik menuntut percepatan agar waktu tak menjadi beban baru bagi mereka yang menunggu.

Angka-angka itu konkret: di Kecamatan Gunuang Omeh, Lima Puluh Kota, tahap pertama menargetkan 60 unit huntara. Di Tanah Datar, 23 unit dibangun di Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, dan 15 unit di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan. Setiap unit adalah jeda dari ketidakpastian—sementara, namun menentukan.

Baca Juga  Perlahan Pulang dari Tenda: Jumlah Pengungsi Pascabencana Sumatra Terus Menyusut

Semua temuan ini dirajut menjadi rekomendasi bagi Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumatra Barat. Dokumen itu diharapkan bukan sekadar arsip kebijakan, melainkan kompas yang menuntun peralihan dari hunian sementara ke hunian tetap yang aman, layak, dan berkelanjutan.

BNPB menegaskan komitmennya: membangun kembali dengan lebih baik. Di Sumatra Barat, pemulihan tak hanya tentang mengganti yang runtuh, tetapi memastikan rumah-rumah baru kelak sanggup menahan waktu—dan bencana—dengan martabat yang sama seperti harapan para penghuninya.

Banjir Sumatra Bencana Sumatra Barat BPNP Padang Sumbar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKebiasaan Peringatan Isra Mikraj di Indonesia
Next Article Film Indonesia Sudah Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Berita Lainnya

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

15 Juli 2026 / 02:08 WIB

Update Kasus Dokter Icha, Sikap 3 Partai hingga Pemeriksaan 32 Saksi di Polda NTT

14 Juli 2026 / 11:57 WIB

Misi Mencekam di Langit Papua: Tiga Helikopter Tempur Evakuasi Jasad Pilot AS yang Tewas Ditembak KKB

03 Juli 2026 / 10:23 WIB

KKB Bakar Pesawat di Yahokimo, Pilot Dikabarkan Tewas di Lokasi

02 Juli 2026 / 17:06 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Komitmen pada Global Best Practice, BEI dan KSEI Resmi Publikasikan Data Kepemilikan Saham di Atas 1%

Gusti Tetiro04 Maret 2026 / 06:40 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.