Teheran (Tutur.co.id) – Di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, kabar baik datang dari sektor pelayaran energi. Tiga kapal pengangkut minyak mentah milik perusahaan Turki dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloglu, mengungkapkan bahwa salah satu kapal, Ocean Thunder, yang mengangkut minyak dari Irak menuju Malaysia, telah menyelesaikan perjalanannya keluar dari Teluk tanpa hambatan.
“Sebagai hasil dari upaya bersama dengan Kementerian Luar Negeri, kapal Ocean Thunder berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dan keluar dari kawasan tersebut,” ujar Uraloglu, seperti dikutip media Turki.
Keberhasilan ini menjadi penting di tengah meningkatnya risiko keamanan di jalur strategis tersebut. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur vital distribusi energi dunia, yang kini berada dalam tekanan akibat eskalasi konflik regional sejak akhir Februari.
Uraloglu menambahkan, pemerintah Turki terus memantau perkembangan situasi secara intensif. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan lembaga terkait dilakukan untuk memastikan keselamatan kapal-kapal lain yang masih berada di kawasan tersebut.
Sejumlah kapal Turki diketahui masih menunggu kesempatan untuk meninggalkan wilayah perairan tersebut. Komunikasi dengan awak kapal juga terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan risiko.
Sebelumnya, otoritas Turki menyebut terdapat sekitar 15 kapal milik perusahaan Turki yang berada di sekitar Selat Hormuz. Berbagai langkah mitigasi pun telah disiapkan untuk menjaga keamanan pelayaran.
Ketegangan di kawasan ini dipicu oleh serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi tersebut berdampak langsung pada aktivitas pelayaran, memicu kondisi yang disebut sebagai blokade de facto di Selat Hormuz. Situasi ini turut menekan distribusi minyak dan gas alam cair global, sekaligus mendorong kenaikan harga energi di pasar internasional.

