Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Terkoreksi, Harga Minyak dan The Fed Jadi Sentimen

IHSG Terkoreksi, Harga Minyak dan The Fed Jadi Sentimen

Market Gusti Tetiro06 April 2026 / 13:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
IHSG anjlok, investor diharapkan selektif (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada awal pekan. Pada sesi pertama perdagangan Senin (6/4/2026), IHSG turun 55 poin atau 0,79% ke level 6.971, dipicu kombinasi tekanan global dan sentimen domestik.

Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Pernyataan Donald Trump yang kembali melontarkan ultimatum kepada Iran memicu kekhawatiran baru terkait stabilitas pasokan energi global.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pasar merespons negatif ancaman Amerika Serikat yang berpotensi menargetkan infrastruktur energi Iran jika akses Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

“Pasar merespons meningkatnya tensi geopolitik, terutama setelah AS mengancam akan menargetkan infrastruktur energi Iran,” tulis Pilarmas dalam risetnya.

Penolakan Iran atas tuntutan tersebut semakin memperbesar risiko konflik berkepanjangan. Kondisi ini memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global.

Kenaikan harga energi dinilai berpotensi membuat Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga lebih lama dari ekspektasi sebelumnya.

“Lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan memicu ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga lebih lama,” jelas Pilarmas.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG juga datang dari rilis daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (highly concentrated share/HSC). Sejumlah emiten besar seperti Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) masuk dalam daftar tersebut dan mengalami tekanan.

Koreksi pada saham-saham berkapitalisasi besar ini memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan indeks. Selain itu, pasar juga mencermati potensi keluarnya saham-saham tersebut dari indeks global seperti MSCI, yang dapat memicu arus keluar dana asing.

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan, di antaranya VOKS, ESIP, IFSH, POLA, dan FORE. Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar antara lain SOTS, ALKA, RLCO, DEFI, dan BREN.

Baca Juga  Garuda Indonesia Pangkas Rugi 45% pada Kuartal I-2026, Trafik Penumpang dan Pendapatan Naik

Untuk strategi perdagangan, Pilarmas merekomendasikan akumulasi beli pada saham TINS dengan kisaran support di level 3.240 dan resistance di 3.790.

Dengan dinamika global yang semakin kompleks, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global, yang saat ini menjadi faktor utama penggerak arah IHSG.

Harga minyak dunia headline IHSG hari ini saham Indonesia The Fed
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDriver Ojol Teriak Dampak Perang Iran, Tarif Grab dan Gojek Resmi Naik
Next Article Video: Harga Minyak Dunia Naik, Purbaya Jamin BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir 2026

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Airlangga: WFH Sehari Hemat 1/5 Penggunaan BBM Harian

Toto Pribadi19 Maret 2026 / 21:28 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.