Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (6/4/2026). Tekanan datang dari kuatnya data tenaga kerja Amerika Serikat yang kembali menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga global.
Dalam risetnya, PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan bahwa solidnya data nonfarm payrolls (NFP) AS mendorong arus keluar modal dari pasar berkembang, termasuk Indonesia.
“Rupiah diproyeksikan berlanjut melemah menguji resistance Rp17.020 per dolar AS. Solidnya data tenaga kerja Amerika memicu capital outflow, mengalahkan sentimen positif dari meredanya inflasi domestik,” tulis KISI.
Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut turut menjadi tekanan tambahan bagi pasar saham domestik. Di sisi lain, investor juga akan mencermati sejumlah rilis data penting dari dalam negeri, seperti cadangan devisa dan indeks keyakinan konsumen (IKK) yang dijadwalkan rilis pekan ini.
Komoditas Bergerak Beragam
Pergerakan harga komoditas global menunjukkan tren yang bervariasi dan turut memengaruhi sentimen pasar:
Minyak menguat tajam seiring meningkatnya ketegangan di Teluk Persia yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan
Emas melemah akibat penguatan dolar AS dan berkurangnya minat terhadap aset safe haven
Tembaga masih tertekan karena pasokan melimpah meski prospek permintaan mulai membaik
Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan kekhawatiran inflasi global sekaligus mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter.
Fokus Pasar Pekan Ini
Pelaku pasar akan mencermati sejumlah agenda ekonomi global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pasar:
Rilis global: ISM Services PMI AS, notulen FOMC, inflasi AS, hingga data China
Domestik: cadangan devisa (8 April) dan indeks keyakinan konsumen (10 April)
Selain itu, perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor krusial yang dapat memicu volatilitas pasar dalam jangka pendek.
Aksi Korporasi dan Sentimen Emiten
Sejumlah aksi korporasi dan kinerja emiten turut menjadi perhatian investor, di antaranya:
ACES mencatat penurunan laba bersih meski pendapatan relatif stabil
DSSA bersiap melakukan stock split rasio 1:25 untuk meningkatkan likuiditas
MEDC mengalami penurunan laba signifikan akibat turunnya harga minyak global
WMUU berencana rights issue untuk memperkuat struktur permodalan
Di sisi lain, beberapa saham berbasis komoditas seperti CPO menunjukkan kinerja positif seiring kenaikan harga minyak sawit global.
Rekomendasi Saham
KISI merekomendasikan dua saham pilihan untuk dicermati investor:
1. STAA – Buy
Entry: 1.295 – 1.260
Target: 1.370 – 1.410
Stop loss: 1.215
2. MAPA – Buy
Entry: 660 – 645
Target: 705 – 730
Stop loss: 620
Kedua saham tersebut dinilai memiliki peluang teknikal yang menarik di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.
Secara keseluruhan, IHSG masih berada dalam tekanan eksternal yang kuat. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada saham dengan fundamental kuat serta momentum teknikal yang terjaga, sambil mencermati perkembangan global dan stabilitas nilai tukar Rupiah.

