Teheran (Tutur.co.id) – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengecam keras serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap infrastruktur energi negaranya, Rabu (18/3/2026).
Bagher Ghalibaf menilai serangan tersebut sebagai langkah berisiko tinggi bagi pihak yang melakukannya. Ia bahkan memperingatkan bahwa konfrontasi telah memasuki fase baru.
“Ungkapan ‘mata diganti mata’ kini berlaku, dan tingkat konfrontasi baru telah dimulai,” kata Ghalibaf menyusul serangan udara yang dilaporkan menghantam sebagian area ladang gas South Pars di Iran selatan.
Kecaman serupa dilontarkan oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresif yang berpotensi memperburuk situasi dan memicu dampak yang tidak terkendali.
“Tindakan seperti ini dapat menimbulkan konsekuensi luas yang tidak hanya terbatas pada kawasan, tetapi juga berdampak global,” kecam Pezeshkian melalui unggahan di media sosial X.
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan fasilitas gas alam yang terhubung dengan ladang gas lepas pantai South Pars menjadi sasaran serangan. Sementara itu, media Israel menyebut serangan tersebut dilakukan oleh angkatan udara Israel.
Eskalasi yang terus berlanjut ini menimbulkan kekhawatiran internasional, terutama terkait stabilitas kawasan dan dampaknya terhadap sektor energi global.

