Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Perempuan»8 Hal yang Hanya Dipahami Ibu yang WFH

8 Hal yang Hanya Dipahami Ibu yang WFH

Perempuan Galuh Parantri24 Februari 2026 / 10:17 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)- Bekerja dari rumah terdengar fleksibel dan nyaman. Tidak perlu terkena macet, bisa dekat dengan anak, dan waktu terasa lebih fleksibel.

Tapi di balik itu, ada dinamika yang tidak selalu terlihat. Ada batas yang kabur antara pekerjaan dan rumah, antara peran profesional dan peran sebagai ibu. Hanya ibu yang bekerja dari rumah yang benar-benar memahami rasanya.

Bekerja Sambil Multitasking Tanpa Henti
Meeting bisa berlangsung bersamaan dengan suara anak meminta tolong. Laptop terbuka, tapi tangan tetap sigap membereskan hal-hal kecil. Fokus sering kali terbagi, namun pekerjaan tetap harus selesai.

Waktu Kerja yang Tidak Benar-Benar Selesai
Karena rumah juga kantor, maka jam kerja terasa panjang. Setelah anak tidur, pekerjaan pun bisa lanjut lagi. Tidak ada benar-benar “pulang kantor.”

Rasa Bersalah yang Datang Bergantian
Saat fokus bekerja, muncul rasa bersalah pada anak. Saat fokus pada anak, muncul rasa bersalah pada pekerjaan. Perasaan ini sering datang tanpa diundang.

Perjuangan Mencari Sudut Tenang
Kadang sudut rumah berubah jadi ruang kerja darurat. Mulai dari meja makan, pojok kamar, bahkan lantai bisa jadi tempat menyelesaikan tugas yang terkait pekerjaan.

Orang Mengira Selalu Punya Waktu Luang
Karena terlihat di rumah, sering dianggap lebih santai atau lebih mudah dimintai bantuan. Padahal deadline tetap ada dan tanggung jawab tetap berjalan.

Harus Pintar Mengatur Energi, Bukan Hanya Waktu
Yang paling menguras sering kali bukanlah jam kerja, melainkan energi mental. Mengatur kapan harus fokus, kapan harus hadir penuh sebagai ibu, itu adalah seni tersendiri.

Kebahagiaan dari Momen-Momen Kecil
Di tengah repotnya hari, ada momen sederhana yang terasa berharga. Bisa melihat langsung perkembangan anak, melakukan makan siang bersama, atau sekadar mendengar cerita mereka di sela pekerjaan.

Baca Juga  Tujuh Mitos Decluttering yang Wajib Diketahui

Belajar Menerima Bahwa Tidak Harus Sempurna
Berlapang hati saat rumah mungkin tidak selalu rapi. Target kerja kadang meleset sedikit. Tapi perlahan ada penerimaan bahwa menjalani dua peran sekaligus memang bukan hal mudah, dan itu tidak apa-apa.

Menjadi ibu yang bekerja dari rumah bukan tentang membuktikan bahwa semuanya bisa dilakukan dengan sempurna. Ini tentang menavigasi hari demi hari, belajar menyesuaikan diri, dan tetap berdiri di tengah banyak peran.
Dan bagi Anda yang menjalaninya, mungkin satu hal yang paling penting untuk diingat: Anda sudah melakukan yang terbaik yang Anda bisa hari ini.

ibu bekerja Perempuan wfh
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJadwal Pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 Sajikan Duel Panas Papan Atas
Next Article DPR Apresiasi Stop PHK dari Kabar Tak Sedap Mie Sedaap

Berita Lainnya

Tahun Ajaran Baru, 7 Hal yang Sering Dilupakan Orang Tua Selain Seragam dan Buku

11 Juli 2026 / 08:58 WIB

7 Tips Mengatur Anggaran Persiapan Sekolah Anak agar Dompet Tetap Aman

10 Juli 2026 / 14:20 WIB

Usia Boleh Bertambah, Tapi Emosi Belum Tentu Dewasa: Memahami Konsep Usia Emosional

23 Juni 2026 / 09:35 WIB

7 Tips Mengatur Screen Time Anak Saat Liburan Sekolah

22 Juni 2026 / 15:15 WIB

Perempuan dalam Detak Ekonomi Digital

17 Juni 2026 / 10:53 WIB

7 Camilan Sehat Temani Nobar Piala Dunia 2026 ala Ibu

15 Juni 2026 / 13:37 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Polisi Amankan Barang Bukti Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Helm Pelaku Ketinggalan

Toto Pribadi16 Maret 2026 / 20:51 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.