Yogyakarta (tutur.co.id)- Kasus dugaan kekerasan di daycare membuat banyak orang tua diliputi rasa cemas, takut, bahkan bersalah. Di tengah situasi ini, penting bagi kita untuk tidak menambah beban mereka, melainkan menghadirkan empati.
Berikut beberapa cara sederhana untuk menunjukkan empati:
Tidak menyalahkan keputusan mereka
Menitipkan anak di daycare bukan pilihan yang mudah. Banyak orang tua melakukannya karena kebutuhan—bekerja, kondisi keluarga, atau keterbatasan dukungan. Menghakimi hanya akan menambah luka yang sudah ada.
Memahami bahwa mereka juga sedang berjuang
Di balik keputusan itu, ada dilema panjang dan rasa berat yang mungkin tidak terlihat. Orang tua tetap ingin memberikan yang terbaik, meski dengan keterbatasan yang ada.
Tidak membandingkan dengan pola asuh lain
Kalimat seperti “aku sih nggak akan nitipin anak” bisa terdengar sederhana, tapi menyakitkan. Setiap keluarga punya kondisi berbeda, dan tidak semua punya pilihan yang sama.
Memberi ruang untuk rasa takut dan cemas
Setelah muncul kasus seperti ini, wajar jika orang tua menjadi lebih khawatir. Alih-alih menenangkan dengan meremehkan, lebih baik hadir sebagai pendengar yang memahami.
Menguatkan, bukan menghakimi
Dukungan sederhana seperti “kamu sudah berusaha yang terbaik” bisa sangat berarti. Empati hadir dari cara kita berbicara dan bersikap.
Semua orang tua memiliki tujuan yang sama yaitu menjaga dan membesarkan anak dengan sebaik mungkin. Di tengah situasi yang tidak selalu ideal, empati menjadi hal yang paling dibutuhkan—bukan hanya untuk anak, tetapi juga untuk mereka yang setiap hari berusaha menjadi orang tua yang cukup.

