Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (29/4/2026), namun penguatan dinilai masih terbatas di tengah tekanan sentimen global. Pada awal sesi, IHSG naik 24,22 poin atau 0,34% ke level 7.096,61.
Pergerakan awal ini ditopang oleh 274 saham yang menguat, sementara 76 saham melemah dan 609 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp243 miliar dengan volume 788,6 juta saham dalam 33.950 kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga meningkat menjadi Rp12.631 triliun.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai ruang penurunan IHSG mulai terbatas. “Secara teknikal, IHSG berpeluang terjadi limited downside mengingat hampir mendekati target wave B dan membentuk pola spinning top candle,” ujarnya.
Ia memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support 7.014 hingga 6.917 dan resistance 7.244 sampai 7.346. Meski demikian, indikator teknikal seperti Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, seiring penurunan volume transaksi.
Dari sisi sentimen, pasar masih dibayangi ketidakpastian global, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran. Lonjakan harga minyak mentah WTI lebih dari 3% akibat ketegangan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran inflasi, sekaligus memberi tekanan pada nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp17.243 per dolar AS.
Kondisi ini dinilai menguntungkan saham sektor energi, namun menjadi beban bagi emiten yang memiliki ketergantungan impor tinggi. Di sisi lain, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga bank sentral AS.
Meski suku bunga The Fed diperkirakan tetap di kisaran 3,50%–3,75%, arah kebijakan ke depan yang disampaikan Ketua The Fed akan menjadi penentu aliran modal asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari pasar global, bursa saham Wall Street ditutup melemah dengan Nasdaq turun 0,9%, diikuti S&P 500 yang terkoreksi 0,5% dan Dow Jones turun tipis 0,05%. Tekanan terutama datang dari saham sektor teknologi yang terseret sentimen negatif industri kecerdasan buatan.
Sementara itu, bursa Eropa juga bergerak lesu dengan indeks Stoxx 600 turun 0,3% di tengah minimnya sentimen positif dan penantian data ekonomi penting serta keputusan suku bunga dari bank sentral utama.
Di tengah kondisi tersebut, investor disarankan tetap selektif dengan fokus pada saham berfundamental kuat, valuasi menarik, serta potensi pembalikan tren, sembari disiplin dalam manajemen risiko.

