Jakarta (tutur.co.id) — Empat bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mencatatkan kinerja impresif pada kuartal I 2026. Secara total, laba bersih yang dibukukan mencapai Rp37,1 triliun, mencerminkan ketahanan sektor perbankan nasional di tengah dinamika global.
Dua bank terbesar, yakni Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), menjadi kontributor utama dengan masing-masing laba sekitar Rp15 triliun. Kinerja ini memperkuat posisi keduanya sebagai penggerak utama industri perbankan Tanah Air.
Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6% secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh fundamental yang kuat, tercermin dari Return on Equity (ROE) sebesar 22,1% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 19,7%.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi sinergi yang terarah, termasuk penguatan sektor UMKM, ekonomi kreatif, serta pengembangan ekosistem digital.
Sementara itu, BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja intermediasi yang solid serta efisiensi biaya dana.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa pertumbuhan laba didukung oleh penyaluran kredit yang selektif dan kualitas aset yang tetap terjaga. Hingga akhir Maret 2026, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.562 triliun, tumbuh 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,66 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh tipis 5,21% yoy. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang naik 16% menjadi Rp11,03 triliun.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menyebut bahwa penguatan dana murah (CASA) menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi biaya dana sekaligus mendukung ekspansi kredit.
Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi secara persentase. BTN membukukan laba bersih Rp1,11 triliun, meningkat 22,6% yoy.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penyaluran kredit yang mencapai Rp400,63 triliun, naik 10,3% yoy. Segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp193,55 triliun.
Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) BTN juga tumbuh 9,9% menjadi Rp422,63 triliun, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap terjaga.
Secara keseluruhan, kinerja positif Himbara pada kuartal I 2026 menunjukkan bahwa sektor perbankan nasional tetap resilien meski dihadapkan pada tekanan global, seperti tensi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional.
Ke depan, bank-bank BUMN diharapkan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan intermediasi, inovasi digital, serta dukungan terhadap sektor produktif guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

