Teheran (Tutur.co.id) – Konflik di Timur Tengah tampaknya jauh dari kata mereda. Bahkan ekskalasi semakin terlihat dengan mulai masuknya militan Houthi di Yaman yang mulai secara terbuka masuk dalam konflik. Untuk pertama kali sejak meletusnya perang Iran kontra Amerika Serikat dan Israel, Houthi menembakan rudalnya ke arah Israel.
Menurut militer Israel, dilansir dari kantor berita Aawsat, pada Sabtu dini hari tadi militan Houthi telah menembakkan sebuah rudal dari wilayah Yaman. Klaim militer Israel ini tak dibantah Houthi yang selama ini memang dikenal sebagai proksi Iran di wilayah Timur Tengah.
Beberapa jam sebelumnya, militan Houthi di Yaman memang mengirimkan sinyal bakal ikut terjun dalam perang melawan AS dan Israel. Hal itu disampaikan langsung juru bicara Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree pada Jumat 27 Maret 2026.
“Kami menegaskan bahwa jari-jari kami siap untuk intervensi militer langsung,” kata Yahya Saree dalam sebuah pernyataan video yang dikeluarkan Houthi.
Dengan masuknya Houthi ini tentu akan semakin membuat konflik di Timur Tengah semakin sengit dan meluas. Sebelumnya, jaringan proksi Iran yang berbasis di Lebanon, Hezbullah, juga telah lebih dulu terjun membantu Iran untuk membalas operasi gabungan AS dan Israel.
Sebagai catatan tambahan, selain Hezbullah dan Houthi, jaringan proksi Iran juga tersebar di beberapa negara di Kawasan Teluk. Ada Hamas di Jalur Gaza, Kataib Hezbullah di Irak, dan Fatemiyoun di wilayah Suriah.

