Kiev (tutur.co.id) – Sejak operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari lalu, perhatian dunia seakan beralih. Ukraina yang tengah digempur habis-habisan oleh Rusia seakan luput dari perhatian dunia. Hal itu juga dikeluhkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Menurut Zelensky, akibat perang Iran perhatian dunia kini semua tertuju ke Timur Tengah dan penderitaan rakyat Ukraina dianggap tak penting lagi. Hal itu disampaikan Zelensky dalam sebuah wawancara dengan salah satu media.
Zelensky juga menggaris bawahi, negosiasi teknsi antara Ukraina dengan Amerika Serikat menjadi buyar gara-gara focus Trump kini ke Kawasan Teluk. Meski menyadari pentingnya perdamaian di sekitar Selat Hormuz namun Zelensky mengingatkan dunia tidak boleh melupakan Ukraina. Pasalnya hingga saat ini perang masih berlangsung.
“Kita akan berbicara tentang (Ukraina) sedikit kemudian. Ukraina bukanlah ‘sedikit kemudian’. Ukraina sudah berada dalam tragedi besar, kita harus menemukan cara untuk mengatasi ini secara paralel,” kata Zelensky.
Zelensky juga mengatakan bahwa perang telah menyebabkan gangguan dalam beberapa pengiriman senjata utama untuk Ukraina, khususnya sistem pertahanan rudal, yang belum dipasok dalam jumlah yang cukup karena kapasitas produksi yang terbatas di Amerika Serikat.
Seperti yang dilaporkan Ukrinform, Zelensky sebelumnya menyatakan bahwa perang di Iran menimbulkan risiko terhadap pasokan senjata untuk Ukraina, meskipun mitra Eropa siap membantu mengatasi situasi tersebut.

