Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Techno»xAI Batasi Fitur Gambar Grok di Platform X Usai Disorot soal Konten Seksual Berbasis AI

xAI Batasi Fitur Gambar Grok di Platform X Usai Disorot soal Konten Seksual Berbasis AI

Techno Sasha Widiawati10 Januari 2026 / 03:31 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi Grok chatbot (foto: Salvador Rios/unsplash)
Ilustrasi Grok chatbot (foto: Salvador Rios/unsplash)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Perusahaan rintisan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, mulai memberlakukan pembatasan terhadap fitur pembuatan dan pengeditan gambar pada chatbot Grok yang terintegrasi di platform media sosial X. Langkah ini diambil setelah muncul gelombang kritik dan kecaman global terkait pemanfaatan teknologi tersebut untuk menciptakan dan menyebarkan gambar seksual tanpa persetujuan individu yang fotonya digunakan.

Sebelumnya, pengguna X dapat meminta Grok untuk mengedit foto seseorang secara langsung di kolom komentar, termasuk memanipulasi gambar dengan menghilangkan pakaian atau mengubah pose menjadi bernuansa seksual. Konten hasil manipulasi tersebut kemudian dipublikasikan secara otomatis sebagai balasan di platform, memicu kekhawatiran serius terkait privasi dan eksploitasi digital.

Mulai Jumat lalu, Grok memberi pemberitahuan kepada pengguna bahwa fitur pembuatan dan pengeditan gambar kini hanya tersedia bagi pelanggan berbayar di platform X. Kebijakan ini secara signifikan menghentikan kemampuan Grok untuk menghasilkan dan mempublikasikan otomatis gambar semacam itu melalui unggahan atau komentar pengguna.

Namun demikian, celah masih ditemukan. Pengguna tetap dapat membuat gambar seksual melalui tab Grok—area interaksi langsung dengan chatbot di dalam platform X—lalu mengunggahnya secara manual. Selain itu, aplikasi Grok versi terpisah yang beroperasi di luar platform X masih memungkinkan pembuatan gambar tanpa memerlukan langganan.

Dalam keterangannya, Elon Musk menyatakan bahwa siapa pun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan menghadapi konsekuensi hukum yang sama seperti mengunggah materi terlarang secara langsung ke platform.

Pembatasan ini belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran regulator global. Komisi Eropa menilai langkah tersebut tidak menyentuh persoalan utama, yakni keberadaan dan penyebaran gambar tidak senonoh, termasuk yang melibatkan perempuan dan anak-anak. Otoritas Uni Eropa menegaskan bahwa status berbayar atau tidak berbayar tidak mengubah prinsip dasar perlindungan hukum terhadap konten ilegal.

Baca Juga  AMSI Jakarta Dorong Perlindungan Hak Cipta Jurnalistik dan Kolaborasi Media di Era AI

Tekanan serupa juga datang dari berbagai pemerintah dan lembaga pengawas di sejumlah negara yang telah mengecam serta membuka penyelidikan atas maraknya konten eksplisit hasil generasi Grok di X. Situasi ini menuntut platform untuk menunjukkan langkah konkret dalam mencegah serta menurunkan konten ilegal secara efektif.

Di Jerman, Menteri Media Wolfram Weimer bahkan menyebut maraknya gambar semi-telanjang berbasis AI sebagai bentuk “industrialisasi pelecehan seksual,” menandakan meningkatnya kekhawatiran bahwa teknologi kecerdasan buatan tanpa pengamanan ketat dapat memperparah pelanggaran martabat dan hak individu.

Kasus Grok ini kembali menyoroti tantangan besar dalam tata kelola kecerdasan buatan global, khususnya terkait etika, perlindungan privasi, serta tanggung jawab platform digital dalam mencegah penyalahgunaan teknologi generatif. (sas)

Artificial intelligence Elon Musk Platform X
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKemkomdigi Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Grok AI untuk Konten Asusila di Platform X
Next Article Qarrar Firhand Siap Naik Kelas Berlaga di Ajang Formula 4

Berita Lainnya

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta Lewat Forum CorpU Association Insight

17 Juli 2026 / 14:42 WIB

Menuju Era Baru AI, Apple Resmi Ungkap iOS 27 dengan Revolusi Siri AI

16 Juli 2026 / 14:14 WIB

Mobil Mitsubishi Bakal Diproduksi Karyawan Robot, Mulai 2027!

15 Juli 2026 / 13:07 WIB

Telkom dan EDB Singapura Perkuat Kolaborasi Infrastruktur Digital Berkelanjutan

13 Juli 2026 / 20:33 WIB

IHSG Hari Ini Menghijau, Terdorong Demam Saham AI dan Sentimen Global

13 Juli 2026 / 10:36 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kolaborasi Pembangunan Desa di Maluku Utara Tunjukkan Dampak Nyata bagi Kesejahteraan Masyarakat

Galuh Parantri23 April 2026 / 10:42 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.