Ternate (tutur.co.id) – Dua warga negara asing yang hilang selama dua hari pasca erupsi Gunung Dukono akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan pada Minggu 10 Mei 2026 pukul 13.00 WIT.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani menjelaskan bahwa dua WNA tersebut ditemukan di antara batu besar posisi saling berpelukan dan kondisi tubuh sudah tidak utuh.
Kedua korban ditemukan dalam satu titik yang sama, sedangkan lokasi penemuan berada sekitar 13 meter arah Utara dari sinyal perangkat GPS pertama kali ditangkap oleh BCC Basarnas.
“Kedua korban ditemukan dalam satu titik yang sama dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh, terhimpit batu besar, posisi saling berpelukan,” ujar Iwan Ramdani.
Tim Gabungan lalu mengevakuasi body pack dari bibir Gunung Dukono untuk diturunkan.
Kantong jenazah berisi body pack kedua WNA kemudian dibawa menuju posko induk di Desa Mamuya dan tiba pukul 17.43 WIT.
Iwan menambahkan, walaupun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan, tetapi Tim SAR Gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga jenazah korban dapat dievakuasi lalu dibawa ke RSUD Tobelo guna keperluan autopsi.
Lebih lanjut ia mengatakan dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai.
Diberitakan sebelumnya, WNA dinyatakan hilang bermula pada 8 Mei 2026 saat Kantor SAR Ternate menerima deteksi sinyal darurat dari perangkat Garmin yang dikonfirmasi Kepala Desa Mamuya terkait pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono.

