Jakarta (tutur.co.id) – Pemerintah Indonesia menuntut investigasi menyeluruh atas serangan yang menewaskan tiga prajurit penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon. Ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yakni Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dan harus diusut secara menyeluruh.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono usai menghadiri upacara pelepasan jenazah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Ia menegaskan pentingnya jaminan keamanan bagi para pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
