Jakarta (tutur.co.id) – Proses evakuasi korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulu Saraung, Sulawesi Selatan, berlangsung dramatis. Jenazah dievakuasi di medan ekstrem beresiko tinggi dengan kedalaman mencapai ratusan meter.
Korban pertama diketahui berjenis kelamin laki-laki ditemukan dengan posisi tersangkut di dahan pohon dalam kemiringan kurang lebih 30 derajat dan berada tepat di bibir tebing.
Kondisi cuaca yang buruk membuat tim SAR harus bermalam di lereng tebing dan bertahan selama 30 jam di lokasi. Tim evakuasi akhirnya menyerahkan jenazah kepada tim lanjutan karena kondisi fisik dan keselamatan personel yang sudah tidak memungkinkan.
