Jakarta (tutur.co.id) – Insiden kekerasan dalam pertandingan antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 menjadi sorotan publik. Pemain Bhayangkara, Fadly Alberto, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka usai aksinya menendang pemain lawan, Rakha Nurkholis, dalam laga yang berlangsung di Stadion Citarum.
Dalam pernyataannya, Fadly mengaku menyesal dan menyadari kesalahan yang telah dilakukannya. Ia juga meminta maaf kepada rekan setim, manajemen, serta masyarakat luas, sekaligus menyatakan kesiapannya menerima sanksi. Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam kompetisi sepak bola, khususnya di level usia muda.
