Beirut (tutur.co.id) – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan salah satu gelombang serangan udara terbesar ke wilayah Lebanon, dengan menargetkan sekitar 100 lokasi milik Hezbollah. Serangan yang merupakan bagian dari operasi “Lion’s Roar” ini disebut menjadi serangan yang paling intens, dengan ledakan besar dan kepulan asap tebal terlihat di berbagai titik di Beirut.
IDF menyatakan bahwa serangan dilakukan secara simultan dalam waktu sekitar 10 menit, menyasar markas militer dan infrastruktur Hezbollah di berbagai wilayah, termasuk selatan Sidon, Aramoun, Adloun, serta sejumlah distrik di Beirut. Laporan dari otoritas Lebanon menyebutkan ratusan orang tewas dan terluka akibat serangan ini. Situasi ini terjadi hanya beberapa jam setelah Donald Trump mengumumkan penangguhan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat pembukaan penuh Selat Hormuz.
