Jakarta (tutur.co.id) – Wacana Presiden RI Prabowo Subianto menjadi juru damai dalam konflik Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran menuai sorotan dari Jusuf Kalla. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu menilai situasi geopolitik yang berkembang saat ini jauh lebih besar dan kompleks dibanding sejumlah konflik yang pernah dimediasi Indonesia sebelumnya.
JK juga menyinggung adanya ketimpangan posisi Indonesia dengan Amerika Serikat, termasuk dalam sejumlah perjanjian yang dinilai belum sepenuhnya menguntungkan. Ia mempertanyakan seberapa realistis Indonesia dapat berperan sebagai mediator di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang kian memanas dan melibatkan kekuatan besar dunia.
