Yerusalem (Tutur.co.id) – Perdana Menteri Israel Benjamin Nentanyahu menanggapi kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dengan pernyataan provokatif. Ia menyerukan kepada rakyat Iran untuk turun ke jalan meruntuhkan rezim peninggalan Khamenei.
“Saat yang tepat turunlah ke jalan dalam jumlah jutaan untuk menyelesaikan semuanya,” tulis pernyataan Netanyahu yang dipublikasikan lewat media social X, Minggu 1 Maret 2026.
Di awal pesannya Netanyahu juga Kembali menegaskan komitmennya untuk terus menyerang Iran dengan menargetkan banyak titik milik Republik Islam Iran.
Sebelumnya seruan serupa juga datang dari sohib Benjamin Netanyahu, Donald Trump. Presiden Amerika Serikat itu juga menegaskan serangan ke Iran ini sebagai Langkah untuk menggulingkan rezim Ayatollah Ali Khamenei.
Begitu juga dengan putra mahkota atau keturunan shah terakhir Iran, Reza Pahlavi, tak mau ketinggalan memanfaatkan momentum tewasnya Ayatollah Ali Khamenei. Ia mengompori rakyat Iran dari tempat tinggal mewahnya di Los Angeles, AS.
“Zahhak (raja jahat di mitologi Iran) yang haus darah di zaman kita, pembunuh puluhan ribu putra dan putri Iran yang paling berani, telah dihapus dari halaman sejarah. Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah,” tulisnya di X.
Ironinya, saat beberapa musuh Iran berusaha memanfaatkan syahidnya Ali Khamenei ini, justru dukungan untuk aksi pembalasan massif terdengar di seluruh penjuru Iran. Rakyat Iran turun di jalan-jalan dan pusat kota untuk memberikan dukungan pada Operasi Janji Sejati 4 Iran.

