Jakarta (tutur.co.id) – Militer Israel merilis rekaman serangan udara dan mengklaim telah menghantam ratusan target militer di wilayah barat Iran. Operasi tersebut merupakan bagian dari misi Raungan Singa (Roaring Lion), dengan sasaran peluncur milik pemerintah Iran. Dalam keterangan resmi, serangan dilakukan Angkatan Udara Israel atas arahan Direktorat Intelijen Militer (Aman), sementara sistem pertahanan udara Israel diklaim aktif mencegat serangan balasan dari Iran.
Serangan yang terjadi Sabtu, 28 Februari 2026 lalu merupakan bagian dari operasi gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Teheran membalas dengan menargetkan sejumlah pangkalan AS di Timur Tengah. Di tengah eskalasi, beredar gambar kepulan asap di Pulau Kish. Kanal Vahid Online menyebut lokasi tersebut sebagai situs radar di Bandara Kish, namun hingga kini belum ada konfirmasi independen terkait klaim tersebut.
