Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah masih mengkaji rencana pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Surabaya. Kelanjutan proyek tersebut bergantung pada kejelasan restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) yang hingga kini masih dibahas lintas kementerian.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pemerintah telah melakukan sejumlah pertemuan untuk membahas penyelesaian kewajiban keuangan proyek KCJB. Menurut dia, hasil restrukturisasi akan menentukan langkah pengembangan kereta cepat ke Surabaya.
“Beberapa waktu lalu saya duduk bersama Menteri Keuangan, sebelumnya juga dengan CEO Danantara, termasuk Menteri Perhubungan dan seluruh pemangku kepentingan terkait, untuk membahas restrukturisasi keuangan KCJB. Ini akan menentukan langkah berikutnya karena kita ingin mengembangkan Kereta Cepat Jakarta–Surabaya,” ujar AHY di Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
AHY menilai proyek Jakarta–Surabaya merupakan infrastruktur strategis berskala besar yang melintasi sejumlah kabupaten/kota dan provinsi. Karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada aspek pembiayaan, tetapi juga memastikan kesiapan rute serta ketersediaan lahan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Menurut AHY, pemerintah juga berupaya mengambil pelajaran dari pembangunan KCJB. Pengalaman tersebut akan menjadi rujukan untuk memperbaiki tata kelola proyek agar lebih efisien dan minim kendala.
“Kita belajar dari pengalaman terdahulu, mana yang bisa menjadi praktik terbaik dan mana yang tidak perlu diulangi, supaya pelaksanaan ke depan berjalan lebih baik,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah menyatakan masih meramu skema terbaik untuk menyelesaikan utang KCJB. Pada Selasa (20/1/2026), AHY juga bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa guna membahas restrukturisasi kewajiban keuangan proyek tersebut.
AHY menegaskan, penyelesaian utang KCJB dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam skema yang tengah dibahas, negara turut mengambil peran dalam proses restrukturisasi keuangan.
“Kami membahas restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Mohon bersabar karena kami terus mencari solusi terbaik,” ujar AHY saat itu di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

