Jakarta (tutur.co.id) – Pengamat transportasi Agus Pambagio memberikan pandangannya terkait dengan tragedi tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam 27 April 2026. Menurutnya, kejadian ini terjadi karena pemerintah tidak serius dalam memberikan pelayanan publik yang aman dan nyaman kepada masyarakat.
“Enggak perlu mencari kambing hitam. Oke kami (pemerintah) salah dan kami akan perbaiki. Hasil dan sebabnya apa kita tunggu KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi), gitu aja,” kata Agus Pambagio saat menjadi bintang tamu podcast Bang Don Zuper Opini.
Agus Pambagio menambahkan, semua kecelakaan transportasi termasuk yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu itu disebabkan oleh banyak faktor, tapi pasti karena banyak faktor atau multiple factor. Dan salah satunya tentu dari sisi kesalahan manusia.
“Kecelakaan transportasi itu tidak pernah satu faktor saja. Pasti multiple factor atau banyak faktor. Salah satunya memang human error, dan itu yang paling mudah dijadikan kambing hitam,” kata Agus Pambagio.
Lebih dalam Agus Pambagio membeberkan, posisi PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat ini memang dalam kondisi sulit dan harus jungkir balik untuk mengurusi berbagai hal mulai dari lokomotif, kereta, listrik hingga stasiunnya.
“Kan itu harusnya pemerintah yang tahu. Untung ada pendapatan batu bara yang di Sumatera Selatan. Tapi cilakanya lagi itu digunakan untuk bayar hutang kereta cepat Whoosh,” kata Agus Pambagio.
Buat Kawan Tutur, jangan lupa saksikan perbincangan seru pengamat transportasi Agus Pambagio dengan Don Bosco Selamun dalam podcast Bang Don Zuper Opini yang akan tayang di Tutur TV pada Jumat 1 Mei 2026 pukul 15.00 WIB.

