London (Tutur.co.id) – Tottenham Hotspur memecat Thomas Frank dari posisinya sebagai pelatih kepala. Keputusan tersebut diambil menyusul performa buruk The Lilywhites dalam beberapa waktu terakhir, termasuk kekalahan 1-2 dari Newcastle United.
“Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi Pelatih Utama dan Thomas Frank akan meninggalkan klub hari ini,” demikian pernyataan resmi Tottenham Hotspur pada Rabu (11/2/2026).
Dalam pernyataan resminya, Tottenham menyebut perubahan di kursi pelatih sebagai langkah yang dianggap perlu ditempuh di tengah situasi sulit tim.
“Thomas diangkat pada Juni 2025, dan kami bertekad untuk memberinya waktu serta dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama. Namun, hasil dan performa telah membuat Dewan menyimpulkan bahwa perubahan pada titik ini di musim ini diperlukan,” tambah pernyataan klub.
Sepanjang menangani Tottenham, Frank mencatatkan hasil yang kurang memuaskan. Dari total 38 pertandingan di semua kompetisi, Spurs hanya meraih 13 kemenangan, 10 hasil imbang, dan menelan 15 kekalahan. Performa terburuk terjadi di Liga Inggris. Tottenham tidak meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir.
Rentetan hasil negatif itu membuat Spurs terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara Liga Inggris dengan 29 poin dari 26 pertandingan, hanya terpaut lima angka dari zona degradasi.
Sebelum pemecatan resmi diumumkan, nama Frank memang telah menjadi yang terdepan dalam daftar pelatih yang diberhentikan sebelum musim 2025/26 berakhir.
Thomas Frank menjadi pelatih ketujuh yang kehilangan pekerjaannya di Liga Inggris musim ini setelah Nuno Espirito Santo (Nottingham Forest), Graham Potter (West Ham United), Ange Postecoglou (Nottingham Forest), Vitor Pereira (Wolverhampton Wanderers), Enzo Maresca (Chelsea), dan terbaru Ruben Amorim (Manchester United).

