Labuan Bajo, NTT (tutur.co.id) — Tim SAR Gabungan resmi menutup operasi pencarian satu warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Setelah 15 hari pencarian intensif, korban belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
Penutupan operasi SAR dilakukan melalui upacara resmi pada Jumat (9/1/2025) pukul 15.00 Wita di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai Barat Edi Stasius Endi dan dihadiri unsur Tim SAR Gabungan serta perwakilan keluarga korban.
Dalam sambutannya, Bupati Manggarai Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR yang terlibat dalam operasi pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah. Ia mengakui medan pencarian yang berat dengan arus dan gelombang kuat di kawasan perairan kepulauan Labuan Bajo.
“Saya menyampaikan terima kasih atas jasa dan kerja Tim SAR Gabungan. Pencarian korban tidaklah mudah dan harus berhadapan dengan gelombang serta arus di pulau-pulau Labuan Bajo. Namun itu bukan hal yang ditakutkan bagi Tim SAR Gabungan,” ujar Edi.
Ia menambahkan, dari empat WNA Spanyol yang menjadi korban dalam insiden tersebut, tiga orang berhasil ditemukan. Atas nama pemerintah daerah dan pribadi, Edi juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang hingga kini belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Fathur Rahman selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menjelaskan bahwa operasi SAR telah dilakukan secara maksimal selama 15 hari berturut-turut. Berbagai upaya telah ditempuh, mulai dari perluasan area pencarian, penambahan peralatan sonar, pengerahan penyelam, hingga peningkatan jumlah tim penyisiran.
“Seluruh alut dan sumber daya telah dikerahkan secara maksimal. Namun hingga hari ke-15, satu WNA Spanyol belum berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang,” kata Fathur.
Meski operasi resmi ditutup, Fathur menegaskan bahwa pencarian dapat kembali dibuka apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Penutupan operasi SAR ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Bupati Manggarai Barat, unsur Tim SAR Gabungan, serta keluarga korban. Acara diakhiri dengan saling bersalaman dan penyampaian ucapan terima kasih atas dedikasi para personel SAR.
Di luar aspek kemanusiaan, Fathur menyoroti pentingnya menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi bersama, khususnya terkait keamanan wisata bahari di Labuan Bajo yang merupakan destinasi super prioritas nasional.
“Semoga melalui operasi SAR ini kita bersama-sama melakukan perbaikan dalam bidang keamanan pariwisata di Labuan Bajo. Basarnas, khususnya Pos SAR Manggarai Barat, akan selalu siap mendukung upaya tersebut,” ujarnya.
Penutupan operasi SAR ini menandai berakhirnya salah satu misi pencarian paling panjang di perairan Labuan Bajo dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menjadi pengingat akan risiko keselamatan di tengah meningkatnya aktivitas wisata laut di kawasan tersebut.

