Labuan Bajo (tutur.co.id) – Tim SAR mengintensifkan pencarian Pelatih Tim B Putri Valencia korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Petugas mengandalkan teknologi sonar bawah air untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan korban.
Pelatih Tim B Putri Valencia, Fernando Martin Carreras diketahui menjadi salah satu korban insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah bersama tiga anaknya. Basarnas menyatakan operasi pencarian diperpanjang hingga 4 Januari 2026.
Tim SAR gabungan memaksimalkan seluruh peralatan dan personel guna menemukan korban. Terpenting lagi untuk memastikan keselamatan petugas selama proses pencarian. Tim berfokus melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat dari Pulau Padar.
“Tim SAR gabungan masih berfokus melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat dari Pulau Padar, pelaksanaan penyelaman, dan penurunan Disnav dan Hidronav (peralatan sonar Dipolair Polda NTT) serta pengerahan drone thermal untuk mencari keberadaan 3 WNA Spanyol,” ujar Fathur Rahman Kepala Kantor SAR Maumere selaku SMC (SAR Mission Coordinator).
Fathur Rahman mengungkapkan operasi SAR kali ini melibatkan lebih kurang 58 personel. Puluhan personel itu terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Kementerian Kehutanan, dan personel dari beberapa lembaga dan kesatuan.
Pencarian pria asal Spanyol bersama keluarganya juga menerjunkan 11 kapal milik Basarnas, Sea Rider, dan speedboat wisata anggota Gahawisri Labuan Bajo. Fokus utama pencarian hari ini meliputi penyisiran permukaan laut dan daratan di area yang dianggap potensial.

