Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Teheran Curigai Motif AS di Balik Gencatan Senjata Dua Pekan

Teheran Curigai Motif AS di Balik Gencatan Senjata Dua Pekan

Internasional Deba Salamah11 April 2026 / 06:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026). ANTARA FOTO/XinHua/Li Ying/wsj.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Teheran (Tutur.co.id) – Iran menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan periode gencatan senjata oleh Amerika Serikat. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, menegaskan bahwa Teheran tidak menginginkan jeda konflik yang justru memberi ruang bagi lawan untuk memperkuat kemampuan militernya.

“Kami tidak memerlukan gencatan senjata yang memungkinkan musuh untuk kembali mempersenjatai diri dan melakukan agresi lagi,” ujarnya, seperti dikutip dari portal resmi pemerintah Iran, Jumat (10/4/2026).

Meski demikian, Takht-Ravanchi menegaskan bahwa Iran tetap membuka ruang bagi diplomasi dan dialog. Namun, ia menekankan bahwa proses tersebut harus berlangsung secara adil dan tidak menciptakan peluang bagi serangan baru terhadap wilayah Iran.

Ia juga menyebut bahwa proposal 10 poin yang diajukan Teheran akan menjadi dasar dalam pembicaraan damai ke depan. Menurutnya, langkah militer Iran selama konflik telah memaksa Amerika Serikat dan Israel untuk meninjau ulang pendekatan strategis mereka terhadap Iran.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran, termasuk komitmen untuk membuka kembali Selat Hormuz. Menindaklanjuti hal tersebut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan kesiapan untuk memulai perundingan dengan AS di Islamabad, Pakistan.

Namun, dinamika di lapangan menunjukkan situasi yang belum sepenuhnya kondusif. Serangan udara Israel ke sejumlah wilayah di Lebanon, termasuk kota Tyre, masih terus berlangsung.

Washington menyatakan bahwa operasi militer Israel di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata, dengan alasan adanya aktivitas kelompok Hizbullah. Sebaliknya, Teheran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dicapai.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa keberlanjutan negosiasi sangat bergantung pada komitmen semua pihak terhadap gencatan senjata di seluruh lini konflik. Tanpa kepatuhan tersebut, proses diplomasi dinilai berisiko kehilangan momentum sebelum menghasilkan kesepakatan yang lebih permanen.

Baca Juga  Video: Iran Klaim Serang Fasilitas Radar dan Pangkalan Udara Israel
Amerika Serikat gencatan senjata headline iran
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleArsenal Fokus Kejar Gelar, Arteta Kesampingkan Negosiasi Kontrak Baru
Next Article Ekonom Nilai Ekonomi RI 2026 Bisa Lampaui Proyeksi Bank Dunia

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: MBG Watch Gelar Aksi di Gedung BGN, Tuntut Moratorium dan Audit Anggaran MBG

Kristo Suryokusumo10 Juni 2026 / 20:00 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.