Jakarta (tutur.co.id) – Film dokumenter Pesta Babi (2026) belakangan ramai dibahas di media sosial setelah beberapa acara nobar dilaporkan dibubarkan paksa. Aksi pembubaran ini terjadi diantaranya di Ternate, Mataram, Yogyakarta hingga Bandung.
Film karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale itu menyoroti konflik lahan dan eksploitasi alam di Papua Selatan, sehingga memicu banyak perdebatan di publik. Hal itu berujung dengan tindakan pembubaran yang dilakukan beberapa pihak termasuk dari TNI.
Nah, dari maraknya aksi pembubaran nobar Film Pesta Babi ini, redaksi merangkum dan membahas deretan film Indonesia lainnya sempat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Apa saja itu?
Sexy Killers (2019)
Film dokumenter dari WatchDoc ini mengangkat soal industri batu bara dan kaitannya dengan elite politik Indonesia menjelang Pemilu 2019. Film ini memperlihatkan dampak tambang terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, mulai dari kerusakan alam hingga konflik sosial. Setelah dirilis gratis di YouTube, Sexy Killers langsung viral dan ditonton jutaan orang hanya dalam hitungan hari.
Kucumbu Tubuh Indahku (2018)
Film karya Garin Nugroho ini bercerita tentang kehidupan seorang penari Lengger laki-laki di Jawa. Selain membahas seni tradisional, film ini juga mengangkat isu identitas gender dan tubuh yang dianggap sensitif di Indonesia. Beberapa daerah sempat menolak penayangannya, meski film ini justru memenangkan banyak penghargaan internasional dan mewakili Indonesia di ajang Oscar.
Pengkhianatan G30S/PKI (1984)
Film garapan Arifin C. Noer ini menjadi salah satu film politik paling berpengaruh di Indonesia. Pada era Orde Baru, film ini wajib diputar setiap tahun di televisi nasional dan sekolah-sekolah untuk membentuk narasi resmi tentang peristiwa 1965. Sampai sekarang, film tersebut masih sering diperdebatkan karena dianggap terlalu berpihak pada sudut pandang pemerintah saat itu.
The Act of Killing / Jagal (2012)
Dokumenter karya Joshua Oppenheimer ini membahas pembantaian 1965 dari sudut pandang para pelaku. Hal yang membuat film ini kontroversial adalah para pelaku justru diminta memerankan ulang tindakan mereka sendiri di depan kamera. Film ini mendapat pujian internasional dan masuk nominasi Oscar, tetapi di Indonesia penayangannya cukup sensitif karena membuka kembali luka sejarah lama.
Buruan Cium Gue! (2004)
Film remaja ini sempat jadi polemik besar karena dianggap terlalu vulgar untuk penonton muda pada masanya. Ceritanya membahas kehidupan remaja dan hubungan percintaan yang dinilai terlalu berani oleh sejumlah organisasi masyarakat. Akibat tekanan publik dan protes yang terus muncul, film ini akhirnya ditarik lebih cepat dari bioskop.
Kontroversi film-film ini menunjukkan kalau perfilman Indonesia bukan cuma soal hiburan, tapi juga ruang untuk membahas isu sosial, politik, sejarah, hingga kebebasan berekspresi. Semakin sensitif tema yang diangkat, biasanya semakin besar juga reaksi masyarakat yang muncul. Karena itu, nggak sedikit film yang akhirnya lebih diingat karena polemiknya dibanding jumlah penontonnya sendiri.

