Teheran (Tutur.co.id) – Iran memang masih beralasan pengayaan uranium yang mereka lakukan hanya untuk misi damai bukan untuk militer. Namun mengubah haluan untuk menjadikan sebagai senjata pemusnah massal juga bukan hal yang sulit bagi Iran.
Hal itu sempat dibeberkan mantan Direktur Organisasi Energi Atom Iran, Fereydoon Abbasi pada 26 Mei 2025. Saat interview dengan kantor berita IRGC, SNN, ilmuwan nuklir nomor satu di Iran ini mengklaim tak butuh waktu 24 bagi Iran untuk menciptakan senjata nuklir.
“Kami tidak mendapat perintah untuk membuat senjata nuklir. Tapi jika mereka mengatakan kepada saya untuk membuatnya, saya akan lakukan,” kata Abbasi saat itu.
Abbasi dalam kesempatan itu juga menambahkan, Iran tak butuh waktu lama untuk membuat banyak bom nuklir. Sebagai catatan, Abbasi sendiri telah tewas dalam sebuah serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada 13 Juni 2025 silam.
“Kami dapat membuat bom nuklir kecil yang dapat menghancurkan pangkalan militer,” tambah Abbasi saat masih hidup.
Hal senada juga diungkapkan anggota Manjelis Keamanan Nasional Iran Abolfazl Zohrevand. Menurut sosok yang juga tercatat sebagai anggota Komite Kebijakan Luar Negeri Iran ini, negaranya mampu membuat senjata nuklir hanya dalam waktu kurang dari 24 jam.
“Kami mampu memproduksi banyak bom nuklir kurang dari 24 jam dan memperlengkapi rudal kami dengan hulu ledak nuklir,” kata Zohrevand pada 9 Juli 2025 silam.
Menariknya, sepeninggal Ayatollah Ali Khamenei, fatwa yang mengharamkan Iran memproduksi senjata nuklir diyakini juga telah pupus. Dengan kata lain, Iran punya celah untuk memproduksi senjata nuklir demi untuk membela diri dari gempuran Amerika Serikat dan Israel.

