Pasuruan (tutur.co.id) – Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran, Polres Pasuruan mendirikan tujuh pos pengamanan dan pelayanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun wisata selama libur Idulfitri.
Kapolres Pasuruan Harto Agung Cahyono menjelaskan bahwa tujuh pos tersebut terdiri dari empat Pos Pengamanan (Pos Pam), dua Pos Pelayanan (Pos Yan), dan satu Pos Terpadu yang ditempatkan di sejumlah titik strategis dengan mobilitas kendaraan tinggi.
Sebaran Pos Pengamanan di Titik Strategis
Empat Pos Pengamanan didirikan di beberapa lokasi penting di wilayah Kabupaten Pasuruan, yakni di kawasan Alun-Alun Bangil, jalur Arteri Gempol, kawasan wisata Cimory Dairyland Prigen, serta wilayah Tosari yang merupakan jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo.
Sementara itu, dua Pos Pelayanan ditempatkan di Rest Area KM 66A Tol Pandaan–Malang dan Rest Area KM 66B Tol Pandaan–Malang yang menjadi titik istirahat bagi pemudik pengguna jalan tol.
Adapun Pos Terpadu berada di kawasan Taman Dayu Pandaan yang difungsikan sebagai pusat kendali operasi lapangan selama masa pengamanan mudik.
Ratusan Personel Dikerahkan
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Pasuruan menyiapkan 220 personel Polri. Dari jumlah itu, sebanyak 110 personel ditempatkan di Pos Pam, Pos Yan, serta Pos Terpadu. Sementara 110 personel lainnya bertugas di posko utama dan berbagai satuan tugas operasi.
Selain personel kepolisian, operasi ini juga melibatkan 242 personel lintas instansi yang ditempatkan di berbagai pos pelayanan. Unsur yang terlibat antara lain berasal dari TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Marga, Senkom Mitra Polri, Banser, Pramuka, hingga organisasi komunikasi masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, sebanyak 153 personel cadangan juga disiagakan di markas komando untuk mendukung pengamanan apabila dibutuhkan.
Antisipasi Lonjakan Arus Mudik dan Wisata
Operasi Ketupat Semeru 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini difokuskan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memastikan kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Kapolres Pasuruan Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat, baik yang melakukan perjalanan mudik maupun yang menuju kawasan wisata.
Selain jalur mudik utama, pengamanan juga difokuskan pada jalur wisata seperti akses menuju Gunung Bromo yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.
Dengan pengamanan terpadu yang melibatkan berbagai unsur, Polres Pasuruan optimistis Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat selama momentum Hari Raya Idulfitri. (sas)

