Jakarta (tutur.co.id)- Setelah resmi diperkenalkan, Motorola Razr 60 langsung jadi bahan perbandingan di kelas ponsel lipat. Banyak yang penasaran apa kelebihannya dengan harga yang lebih kompetitif.
Tren ponsel lipat memang semakin ramai, tapi tidak semua orang langsung yakin untuk beralih. Selain faktor harga, pertimbangan spesifikasi tetap jadi penentu utama. Karena itu, ketika Motorola Razr 60 resmi hadir di Indonesia, banyak yang langsung mencari tahu sebenarnya apa saja yang ditawarkan perangkat ini?
Apakah hanya mengandalkan desain lipat yang stylish, atau benar-benar punya performa yang bisa diandalkan untuk penggunaan sehari-hari?
Berikut gambaran spesifikasinya.
Layar
Layar utama 6,9 inci AMOLED
Layar luar 3,6 inci untuk akses cepat
Layar luar menjadi nilai tambah karena memungkinkan pengguna membaca notifikasi, membalas pesan, hingga mengakses aplikasi tanpa membuka perangkat.
Kamera
Kamera utama 50 MP dengan OIS
Kamera ultrawide 13 MP
Kamera depan 32 MP
Konfigurasi ini cukup solid untuk kebutuhan fotografi harian, konten media sosial, hingga video call.
Performa dan Baterai
Chipset MediaTek Dimensity terbaru
Baterai 4.500 mAh
Dukungan fast charging
Untuk penggunaan harian seperti media sosial, streaming, hingga multitasking ringan, spesifikasi ini tergolong memadai.
Fitur Tambahan
Moto AI
Dukungan Google Gemini
Desain engsel yang diklaim lebih kuat
Integrasi AI menjadi diferensiasi yang cukup kuat, terutama bagi pengguna yang ingin pengalaman lebih praktis dalam mengelola notifikasi dan komunikasi.
Motorola Razr 60 memang bukan ponsel lipat paling mahal di pasar. Namun, ponsel ini mencoba menawarkan keseimbangan antara desain, performa, dan fitur pintar.
Bagi Anda yang ingin masuk ke dunia foldable tanpa harus memilih kelas flagship ultra-premium, Razr 60 bisa menjadi pintu masuk yang menarik.

