Jakarta (Tutur.co.id) – Pakar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana membeberkan motif di balik serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Menurutnya, alasan memberangus program nuklir Iran hanya akal-akalan saja. Alasan utamanya rezim change.
Hal itu diungkapkan Hikmahanto Juwana saat menjadi bintang tamu dalam acara podcast Bang Don Super Opini yang dipandu Don Bosco Selamun yang akan tayang hari ini pukul 17.00 WIB.
Menurut Hikmahanto Juwana, motif utama serangan gabungan Israel dan AS sejatinya ingin menumbangkan Ayatollah Ali Khamenei. Kecurigaan ini juga diperkuat dengan fakta Amerika dan Iran sejatinya sedang menggelar negosiasi dengan mediator Menlu Oman, Badr Albusaidi.
“Amerika dan Iran ini kan tengah negosiasi terkait senjata nuklir dengan oman penengahnya. Bahkan Menlu Oman mengatakan kesepakatan tinggal sedikit lagi dengan Iran bersedia meniadakan persenjataan nuklir. Kok ada serangan?” kata Juwana.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, masih menurut Hikmahanto Juwana, penggulingan rezim Ayatollah Ali Khamenei itu dipilih hanya untuk memberikan jalan mulus bagi mantan putra mahkota Iran, Reza Pahlavi Kembali mencengkeram Iran.
“Dugaannya, ada komunikasi antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dimana Israel tampaknya tak ingin hanya masalah nuklir tapi ingin ada pergantian kepemimpinan atau rezim change. Makanya Israel yang menyerang dulu,” kata Juwana.
Menurut Juwana, Israel memilih jalan untuk mengambil langkah militer dengan menyerang Iran karena adanya jaminan dari Reza Pahlavi jika ia memegang kendali Iran.
“Pahlavi ini kan ingin dekat lagi dengan Israel seperti dulu (masa ayahnya). Ia juga berjanji menghentikan senjata nuklir Iran dan yang ketiga berjanji akan menghentikan aliran bantuan untuk proksi-proksi Iran. Nah itu menurut Netanyahu bagus,” kata Juwana.
Nah, buat Kawan Tutur dapat menyaksikan berbagai program dan isu-isu menarik dengan menyambangi Tutur TV. Daging semua!!!!

