Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Samuel Sekuritas Proyeksikan IHSG 7.500 pada 2026, Rupiah dan Harga Minyak Jadi Penentu

Samuel Sekuritas Proyeksikan IHSG 7.500 pada 2026, Rupiah dan Harga Minyak Jadi Penentu

Market Gusti Tetiro11 Mei 2026 / 03:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Tutur/Suhodo)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  PT Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 7.500 pada 2026 dalam skenario dasar (base scenario), di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan tingginya harga minyak mentah global.

Head of Research Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi, menjelaskan proyeksi tersebut mencerminkan pertumbuhan laba emiten (earnings growth) sebesar 2 persen pada tahun ini, dengan fair price to earnings ratio (P/E) sebesar 12,3 kali dan earnings per share (EPS) di level 606,7.

Dalam skenario pesimistis (bearish scenario), IHSG diproyeksikan turun ke level 6.300. Skenario ini mencerminkan pertumbuhan laba minus 3 persen, fair P/E sebesar 10,9 kali, dan EPS di level 577.

Sebaliknya, dalam skenario optimistis, Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menyentuh level 8.000. Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi earnings growth sebesar 5 persen, fair P/E di level 12,9 kali, serta EPS sebesar 624,6.

Prasetya mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang mendasari asumsi proyeksi IHSG tahun depan. Dalam skenario dasar, Samuel Sekuritas mengasumsikan kurs rupiah berada di level Rp17.500 per dolar AS.

Sementara itu, pada skenario terburuk, rupiah diperkirakan melemah hingga Rp18.000 per dolar AS. Adapun dalam skenario optimistis, rupiah diasumsikan dapat menguat ke bawah level Rp17.000 per dolar AS.

Menurutnya, pelemahan rupiah di atas Rp18.000 per dolar AS akan memberikan tekanan signifikan terhadap sejumlah sektor, terutama consumer staples dan perbankan.

“Begitu USD/IDR di atas Rp18.000 per dolar AS, sektor consumer staples pasti terpengaruh. Dari sisi perbankan juga akan berdampak terhadap kualitas aset,” ujar Prasetya dalam agenda Media Connect di Jakarta.

Selain nilai tukar, Samuel Sekuritas juga menyoroti risiko lonjakan harga minyak mentah. Dalam skenario bearish, harga minyak diasumsikan menembus level US$120 per barel, yang berpotensi menekan profitabilitas emiten dan daya beli domestik.

Baca Juga  Saat Ini DPR Condong Duet Prabowo-Gibran Pisah Jalan

Prasetya mengungkapkan target optimistis yang kini menjadi bullish scenario sebenarnya semula merupakan asumsi dasar perusahaan. Namun, proyeksi tersebut direvisi akibat meningkatnya tekanan eksternal.

“Awalnya target earnings growth kami 5 persen, tetapi diturunkan menjadi 2 persen karena tekanan rupiah dan harga minyak,” katanya.

Pada penutupan perdagangan Kamis sore, IHSG ditutup menguat 81,85 poin atau 1,15 persen ke level 7.174,32. Sementara itu, indeks LQ45 naik 11,03 poin atau 1,62 persen ke posisi 693,79.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2,67 juta transaksi dengan volume perdagangan mencapai 42,37 miliar saham senilai Rp23,19 triliun. Sebanyak 361 saham menguat, 295 saham melemah, dan 160 saham stagnan.

headline proyeksi IHSG 2026 rupiah dan harga minyak Samuel Sekuritas target IHSG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJorge Martin Menang di Le Mans, Aprilia Kuasai Podium MotoGP Prancis
Next Article Veda Ega Finis Keempat pada Moto3 GP Prancis 2026

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lokasi Layanan SIM Keliling Akhir Pekan 2 Mei 2026

Galuh Parantri02 Mei 2026 / 10:40 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.