Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Outlook Fitch Tekan Pasar

Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Outlook Fitch Tekan Pasar

Market Gusti Tetiro09 Maret 2026 / 09:57 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (9/3/2026). Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penurunan outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.02 WIB di pasar spot exchange, rupiah melemah 85 poin atau sekitar 0,5% ke posisi Rp17.010 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat menguat 0,7% ke level 99,67.

Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (6/3/2026), rupiah juga ditutup melemah 20 poin dan berada di level Rp16.925 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang pekan ini berada di kisaran Rp16.850 hingga Rp17.100 per dolar AS. Menurutnya, tekanan terhadap rupiah terutama datang dari sentimen global terkait konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut.

Ia menjelaskan, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memasuki hari ketujuh tanpa adanya tanda-tanda mereda. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar global tetap bersikap waspada dan cenderung mencari aset yang lebih aman.

Ketegangan geopolitik ini juga memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi global. Jika gangguan tersebut terjadi, harga energi—terutama minyak—berpotensi melonjak dan memicu tekanan inflasi di berbagai negara.

Ibrahim menilai kenaikan harga minyak dapat membuat bank sentral global, termasuk The Fed, lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga. “Harga minyak yang lebih tinggi cenderung memicu inflasi dan dapat membuat para pembuat kebijakan menunda pemangkasan suku bunga,” ujarnya.

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Baca Juga  IHSG Uji Level 9.200, Phintraco: Beli BFIN, ISAT, CDIA, MAPI, TLKM dan SIDO

Fitch memproyeksikan rasio pendapatan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia hanya akan berada di kisaran rata-rata 13,3% selama periode 2026–2027. Angka tersebut dinilai masih jauh di bawah median negara dengan peringkat serupa dalam kategori ‘BBB’, yang mencapai sekitar 25,5%.

Kombinasi tekanan eksternal dan domestik ini membuat pergerakan rupiah diperkirakan masih akan berfluktuasi dalam waktu dekat, seiring pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik dan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

headline Konflik Timur Tengah pengaruhi rupiah Kurs rupiah terhadap dolar AS Outlook Indonesia Fitch negatif Rupiah tembus Rp17.000
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Ambles 4,94% ke 7.210 di Awal Perdagangan, Simak Rekomendasi Saham Empat Sekuritas Ini
Next Article Waspadai Dampak Perang AS–Israel vs Iran, Ekonom Soroti Ancaman Defisit APBN

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kunjungan Menteri Inggris Perkuat Kerja Sama Aviasi, Maritim dan Dekarbonisasi

Toto Pribadi24 April 2026 / 15:11 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.