Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Rupiah Diprediksi Melemah Lagi, Sentimen Konflik AS-Iran Tekan Kurs

Rupiah Diprediksi Melemah Lagi, Sentimen Konflik AS-Iran Tekan Kurs

Market Gusti Tetiro08 April 2026 / 05:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan kembali melemah pada perdagangan Rabu (8/4/2026), seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Pada perdagangan Selasa (7/4/2026), rupiah ditutup melemah 70 poin ke level Rp17.105 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.035. Sepanjang hari, mata uang Garuda bahkan sempat tertekan hingga 75 poin.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif namun cenderung melemah dalam rentang Rp17.100 hingga Rp17.150 per dolar AS.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.100 – Rp17.150,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, terutama menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.

Menurutnya, ketegangan tersebut telah mengganggu aliran energi global dan mendorong kenaikan harga minyak dunia, yang pada akhirnya meningkatkan risiko inflasi serta memperumit arah kebijakan moneter global.

“Konfrontasi ini telah mengganggu aliran energi global dan mendorong harga minyak lebih tinggi, memicu kekhawatiran inflasi,” jelas Ibrahim.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Jumat pekan ini. Data tersebut dinilai akan memberikan sinyal terkait arah suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.

Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memastikan telah melakukan langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meredam volatilitas pasar.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa intervensi dilakukan baik di pasar spot maupun pasar forward non-deliverable (NDF).

Selain itu, BI juga siap membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder jika diperlukan, serta meningkatkan daya tarik instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna mendorong arus modal masuk.

Baca Juga  BEI Tegaskan Komitmen Perkuat Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

bank indonesia dolar AS headline Kurs Rupiah rupiah hari ini
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSuahasil Nazara: Lima Kunci Keluar dari Middle Income Trap
Next Article Bursa Memanas! Danantara Soroti Lima Paket Calon Direksi BEI

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Sumpah Mojtaba Khamenei Balas Kematian Ali Larijani

Toto Pribadi19 Maret 2026 / 03:51 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.