Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.070, Tekanan Geopolitik dan Harga Energi Membayangi

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.070, Tekanan Geopolitik dan Harga Energi Membayangi

Finance Gusti Tetiro01 April 2026 / 08:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada dalam tren pelemahan hingga Rabu (1/4/2026), seiring meningkatnya tekanan global akibat lonjakan harga energi dan eskalasi konflik geopolitik.

Pada penutupan perdagangan Selasa (31/3/2026), rupiah tercatat melemah 39 poin ke level Rp17.041 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.002. Pergerakan ini terjadi setelah rupiah sempat menguat tipis pada awal sesi perdagangan.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah dalam jangka pendek.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.040–Rp17.070,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (31/3/2026).

Menurut Ibrahim, tekanan utama terhadap rupiah berasal dari lonjakan harga energi global akibat penutupan jalur strategis Selat Hormuz di tengah konflik yang melibatkan Iran. Jalur ini diketahui menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia serta pengiriman gas alam cair.

Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah melonjak tajam sepanjang Maret. Harga Brent tercatat naik hingga 59% secara bulanan—kenaikan tertinggi sepanjang sejarah—sementara minyak jenis WTI meningkat 58%, tertinggi sejak Mei 2020.

Selain itu, ketegangan geopolitik juga meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan terhadap Israel. Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap gangguan di Selat Bab el-Mandeb, jalur penting perdagangan global yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.

Meski demikian, terdapat sedikit sentimen positif dari pernyataan pemerintah Gedung Putih yang menyebutkan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan menunjukkan perkembangan.

Dari sisi domestik, prospek ekonomi Indonesia sebenarnya masih cukup solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 diperkirakan berada di kisaran 5,1%–5,2%, didukung oleh konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

Baca Juga  IHSG Diproyeksi Menguat, Analis Jagokan Saham Konsumer, Tambang, hingga Teknologi

Namun, tekanan tetap muncul dari sisi investasi dan kinerja ekspor yang melemah akibat kondisi global. Perlambatan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) serta net ekspor mencerminkan dampak lanjutan dari gejolak pasar energi dan keuangan global.

Dengan kombinasi sentimen eksternal dan domestik tersebut, pergerakan rupiah dalam jangka pendek diperkirakan masih rentan terhadap tekanan. Pelaku pasar pun disarankan untuk mencermati perkembangan konflik geopolitik dan arah kebijakan global yang berpotensi memengaruhi stabilitas nilai tukar.

dolar AS Harga minyak dunia headline nilai tukar rupiah rupiah hari ini
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLokasi Layanan Samsat Keliling 1 April 2026
Next Article Scroll Berita Perang Tiap Hari? Waspada, Empathy Fatigue Mengintai Anda

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

UNAIR Percepat Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Aceh, Dampingi UMKM di Pidie Jaya

Sasha Widiawati21 Februari 2026 / 01:38 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.