Jakarta (tutur.co.id) — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin (11/5/2026), di tengah penguatan mata uang Negeri Paman Sam akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah di pasar spot exchange melemah 6 poin atau 0,03% ke level Rp17.388 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat 0,17% ke posisi 98,963.
Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (9/5/2026), rupiah ditutup melemah 49 poin setelah sempat tertekan hingga 60 poin ke level Rp17.382 per dolar AS.
Penguatan dolar AS terjadi setelah muncul sinyal bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap berlanjutnya penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi global.
Dikutip dari MarketScreener, dolar AS pada Senin pagi menguat terhadap mayoritas mata uang Asia.
Dolar AS naik sekitar 0,2% terhadap yen Jepang menjadi 156,88 yen. Sementara euro turun 0,2% ke level US$1,1760.
Presiden Donald Trump disebut menolak tanggapan Iran terhadap proposal Amerika Serikat terkait pembicaraan damai pada Minggu waktu setempat.
Kepala Ekonom Global JPMorgan, Bruce Kasman, mengatakan konflik di Timur Tengah kini telah memasuki minggu ke-11 dan mulai meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi global.
“Harga energi telah melonjak tetapi masih berada pada level yang lebih menjadi hambatan daripada penghalang ekspansi ekonomi,” ujarnya.
Menurut Bruce, risiko gangguan yang lebih besar terhadap rantai pasok energi akan meningkat apabila Selat Hormuz tetap tertutup dalam beberapa pekan ke depan.
Ia menambahkan, tekanan operasional di sektor komoditas diperkirakan mulai terasa sekitar Juni 2026 apabila situasi geopolitik tidak kunjung membaik.
Di sisi lain, Jepang mulai berharap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Bank Sentral Jepang serta dukungan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dapat membantu memperlambat pelemahan yen melalui intervensi pasar valuta asing.

