Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.388 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.388 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar

Finance Gusti Tetiro11 Mei 2026 / 10:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin (11/5/2026), di tengah penguatan mata uang Negeri Paman Sam akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah di pasar spot exchange melemah 6 poin atau 0,03% ke level Rp17.388 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat 0,17% ke posisi 98,963.

Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (9/5/2026), rupiah ditutup melemah 49 poin setelah sempat tertekan hingga 60 poin ke level Rp17.382 per dolar AS.

Penguatan dolar AS terjadi setelah muncul sinyal bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap berlanjutnya penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi global.

Dikutip dari MarketScreener, dolar AS pada Senin pagi menguat terhadap mayoritas mata uang Asia.

Dolar AS naik sekitar 0,2% terhadap yen Jepang menjadi 156,88 yen. Sementara euro turun 0,2% ke level US$1,1760.

Presiden Donald Trump disebut menolak tanggapan Iran terhadap proposal Amerika Serikat terkait pembicaraan damai pada Minggu waktu setempat.

Kepala Ekonom Global JPMorgan, Bruce Kasman, mengatakan konflik di Timur Tengah kini telah memasuki minggu ke-11 dan mulai meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi global.

“Harga energi telah melonjak tetapi masih berada pada level yang lebih menjadi hambatan daripada penghalang ekspansi ekonomi,” ujarnya.

Menurut Bruce, risiko gangguan yang lebih besar terhadap rantai pasok energi akan meningkat apabila Selat Hormuz tetap tertutup dalam beberapa pekan ke depan.

Ia menambahkan, tekanan operasional di sektor komoditas diperkirakan mulai terasa sekitar Juni 2026 apabila situasi geopolitik tidak kunjung membaik.

Baca Juga  Menuju Era Baru AI, Apple Resmi Ungkap iOS 27 dengan Revolusi Siri AI

Di sisi lain, Jepang mulai berharap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Bank Sentral Jepang serta dukungan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dapat membantu memperlambat pelemahan yen melalui intervensi pasar valuta asing.

Dolar AS menguat headline konflik AS Iran Kurs Rupiah rupiah hari ini
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas Bersyarat
Next Article Potensi Duet Prabowo-Gibran di Pilpres 2029: Bisa Jadi Kawan, Bisa Jadi Lawan

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Tekankan Kesalehan Sosial, Ma’ruf Amin: Ramadan Bangun Solidaritas Ekonomi dan Harmoni Bangsa

Gusti Tetiro21 Maret 2026 / 09:00 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.